Sempat Terserang Tungro, Petani Bersyukur Tetap Bisa Panen Padi

Kadis TPH Kalsel, Syamsir Rahman (tiga dari kiri) ikuti panen padi di lahan pertanian yang sempat terserang tungro.(anas aliando)(kalselpos.com)

Banjarbaru,kalselpos.com – Abdullah, petani dari Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut tak henti berucap syukur, tanaman padi miliknya yang sempat terserang hama tungro satu setengah bulan lalu sudah bisa pulih kembali. Tanaman padinya tumbuh subur, berbuah lebat dengan bulir menguning siap untuk di panen.

Sebelumnya, bersama petani lainnya, Abdullah sempat  khawatir tanaman padinya akan mati diserang tungro. Namun Abdullah dan teman-temannya tak berpangku tangan, tanaman padi yang mulai layu dan mengerdil mereka obati dengan insektisida pembasmi hama.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, berkat kesigapan para petani yang dibantu PPL dan petugas pengendali hama, tungro bisa dikendalikan dengan baik. Hari ini kita tetap bisa buktikan dengan memanen padi yang sempat terkena tungro. Hasilnya tidak terlalu menyusut. Satu hektar kita bisa panen 5,2 ton,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman kepada kalselpos.com di sela kegiatan panen padi yang sempat terserang tungro di Desa Maluka Baulin, Kamis (4/8).

Dia sampaikan, untuk di Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur, tungro sempat menyerang beberapa hektar tanaman padi. Namun semuanya bisa dikendalikan sehingga tidak mengakibatkan gagal panen atau puso.

“Kesigapan petani dalam mengendalikan hama tungro dengan insektisida pembasmi hama menggunakan uang pribadi hari ini kita ganti. Pak Abdullah beli obat hama sampai Rp1 juta, atas arahan pak gubernur, uang itu kita ganti. Ini bukti pemerintah tidak membiarkan petani sendiri, kita selalu hadir di tengah mereka,” beber Syamsir yang juga Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kalsel itu.

Syamsir menyebut, hama tungro sempat menyerang tanaman padi di tiga kabupaten sentra pertanian terbesar di Kalsel, yakni Batola, Banjar dan Tanah Laut. “Hama tungro yang menyerang tergolong sedang dan ringan sehingga mudah dikendalikan. Untuk di daerah Banua Anam, tungro tidak sempat menyerang karena sudah panen duluan,” sebutnya.

Dia tegaskan, hama tungro tidak mempengaruhi produksi padi di Kalsel karena tanaman padi yang diserang sangat sedikit. “Sampai bulan Juli, produksi padi kita sudah 600 ton. Ini melebihi dari target 500 ton. Akhir tahun kita sangat optimis target 1,4 juta ton bisa terlampaui,” tukasnya.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait