Batulicin,kalselpos.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi berharap monitoring dan evaluasi (monev) Samsat Batulicin 260 kilometer tenggara Banjarmasin, ibukota Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Hal ini sesuai dari empat penerimaan pajak untuk pembangunan Banua terus berada di atas 100 persen kecuali Tahun 2020 akibat dampak menurunnya perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Namun begitu dirinya memaklumi situasi kondisi diluar perkiraan akibat pandemi sehingga target tidak tercapai.
“Saat ini kondisi tersebut terus trend peningkatan atau mengalami perbaikan, terbukti rata-rata realisasi penerimaan pajak sudah di atas 50 persen kecuali untuk PAP,” Kata Yani Helmi disela sela
pertemuan dengan Kepala Samsat Batulicin, Hairurraji Rabu (3/8).
Ia mengungkapkan, untuk rincinya penerimaan pajak, baik Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Air Permukaan (PAP) dan Sumbangan Pihak Ketiga (SP3) sejak 2018 hingga Juli 2022 dan kondisinya patut disyukuri karena tren-nya 2022 terus membaik, terbukti realisasi sudah berada di atas 50 persen.
Dari semua item diatas tentu keinginan kita PAP harus maksimal sebab tingginya target penerimaan PAP sebesar Rp8.495.926.000 di tahun 2022 masih jauh di atas target 2021 yakni Rp1.853.041.000 dengan realisasi sebesar 20 persen. Kondisi tersebut ditambah banyaknya perusahaan di Kalsel terkesan belum memahami bahwa mereka wajib bayar PAP.
“Tinggi sekali, 2021 saja tidak tercapai. Apalagi dinaikkan tanpa adanya keseriusan yang kuat oleh pemerintah untuk mendorong agar PAP menjadi sektor pendapatan pajak Kalsel,” sebut pria yang kerab disapa Paman Yani ini.
Lanjut polisi golkar ini, mendesak kepada Pemprov Kalsel melalui tim terpadu yang telah dibentuk oleh Sekdaprov Kalsel, agar segera turun ke daerah.
Senada Kepala Samsat Batulicin, Hairurraji mengatakan perlunya sosialisasi kepada perusahaan tentang wajib PAP sebelum adanya penetapan target. Namun Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) melalui Unit Penerima Pendapatan Daerah (UPPD) pihaknya tetap optimis dan terus bergerak untuk mencapai target bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanbu.
Ditambahkannya, dari data Pemkab data perusahaan yang harus bayar PAP ada 23 perusahaan yang rutin membayarkan PAP dengan realisasi Rp402.115.983 hingga Juli 2022
“Sebelumnya kita juga sudah sampaikan ke Bakeuda agar sosialisasi terlebih dahulu sebelum penetapan target. Karena kita juga tidak ingin target tersebut tidak tercapai,” sebutnya.
Selain Paman Yani, Kunker anggota Komisi II ke “Bumi Bersujud” Tanbu, 1 – 3 Agustus 2022 itu juga Burhanuddin. Sedangkan mendampingi Kepala Samsat Batulicin tersebut Kasi Pelayanan PKB/BBNKB Hariyadi, Kasi Pendapatan Lainnya Indra Abdillah, serta Kepala Subbag TU Arif Rahman Hakim.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





