KOTABARU, kalselpos.com– Intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini menjadi momok bagi masyarakat masyarakat Kabupaten Kotabaru. Apalagi peristiwa yang terjadi pada Kamis (28/7/22) kemarin, daerah yang berjuluk bumi Saijaan ini sempat dikepung banjir, dengan hanya intensitas hujan kurang lebih selama 4 jam saja air sudah menggenangi di sejumlah titik.
Akibatnya, sejumlah titik di pusat ibu kota kabupaten Kotabaru kebanjiran, dari mulai instasi perkantoran, sekolah, dan rumah warga yang ada dibantaran sungai atau dataran rendah.
Dimintai tanggapan Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis menuturkan bahwa, masalah banjir harus menjadi perhatian bersama dan perlu keseriusan untuk menanganinya.
“Kita akan memaksimalkan fungsi dewan dalam rangka untuk mempercepat penyelesaian masalah banjir. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil dinas terkait untuk membahas apa yang sudah dan akan dilakukan mengatasi banjir ini serta akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap apa yang sudah dan akan dilakukan,” tuturnya, Jumat (29/7/22).
Menurutnya, dalam pertemuan nanti bukan mencari siapa yang salah atas banjir yang mengepung Kabupaten Kotabaru tersebut. Namun lebih kepada duduk untuk mencari solusi dalam penanganannya.
“Banjir yang terjadi karena kemungkinan tidak siapnya infrastruktur yang ada, baik drainasse atau kondisi sungai kita dalam tata kelola kota, dan banjir yang menjadi salah satu masalah ini bisa tuntas sembari kita juga menyelesaikan masalah lainnya. Dengan harapan, masyarakat tidak lagi menganggap hujan adalah sebagai musibah melainkan sebagai berkah,” tutupnya berharap.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





