KOTABARU, kalselpos.com – SMAN 1 Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, melaksanakan In Hause Training (IHT) untuk pelaksanaan Kurikulum Merdeka.

Kegiatan tersebut bertempat di Aula Laboratorium Computer sekolah setempat, Rabu (27/7) pagi yang dihadiri oleh Camat Kelumpang Selatan, Pengawas SMA untuk Kabupaten Kotabaru, Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah Penggerak SMAN 1 Kelumpang Hulu dan guru- guru pengajar.
Untuk diketahui IHT ini bertujuan untuk menyiapkan dan mematangkan pemahaman guru SMAN 1 Kelumpang Selatan terkait Kurikulum Merdeka yang akan dimulai dan diterapkan di SMAN 1 Kelumpang Selatan tahun pelajaran 2022/2023.
Acara ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan kualitas dan pemahaman guru-guru SMAN 1 Kelumpang Selatan terkait Kurikulum Merdeka yang akan menjadi media perbaikan pendidikan Indonesia.
Pengawas SMA Kabupaten Kotabaru Eka Hariyanto dalam arahannya menyampaikan, dirinya berharap agar sekolah-sekolah penggerak dapat berkiprah lebih banyak, siap dengan perubahan kurikulum dan menyiapkan gurunya dengan 4 kompetensi yang wajib dimiliki oleh guru yaitu kompetensi Kepribadian, Pedagogi, Profesional dan sosial.
“Dalam kegiatan ini para guru diajak untuk mengimplementasikan serta mendalami esensi Kurikulum Merdeka melewati platform merdeka belajar yang sudah di launching Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi,” ujar Eka panggilan akrab pengawas sekolah ini.
“Saya berharap agar semua Sekolah baik yang kategori Sekolah penggerak ataupun mandiri yang sudah melaksanakan pelatihan IHT untuk menuju Kurikulum Merdeka ini agar bisa melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” terangnya pula.
“Program yang sudah di canangkan oleh Kemendikbudristek ini dapat terlaksana dengan baik dan tentu semakin memudahkan proses belajar baik siswa maupun guru itu sendiri,” ungkapnya pula.
Ditempat yang sama Bambang Sungkono, S.Pd yang merupakan Kepala Sekolah Penggerak angkatan pertama asal Sekolah SMAN 1 Kelumpang Hulu juga memaparkan, In House Training ini adalah suatu program yang dilakukan oleh sekolah dalam rangka penguatan konsep pemahaman tentang Kurikulum Merdeka.
“System Kurikulum Merdeka ini sudah sangat tentu memudahkan siswa dan guru itu sendiri,” ucapnya.
Lebih jauh diterangkannya pula bahwa, didalam Kurikulum Merdeka ini perubahan kurikulum itu konten yang dulu beda dengan sekarang, kalau yang dulu istilahnya konten matris, dan kalau kurikulum merdeka ini yang diambil sifatnya hanya esensial saja.
“Intinya kalau kurikulum yang dulu itu memberatkan tapi kalau untuk kurikulum yang sekarang ini lebih fleksibel atau memudahkan, sehingga, guru lebih ber-ekspresi dalam beraktifitas untuk mendorong capaian kompetensi tersebut,” tambahnya.
Sementara itu Kepala SMAN 1 Kelumpang Selatan Elyzabeth Dwi Juliani juga mengatakan bahwa, pelaksanaan In House Training (IHT) ini dilakukan untuk persiapan guru-guru melaksanakan Kurikulum Merdeka.
“Kurikulum Merdeka Ini adalah hal yang baru bagi kami SMAN 1 Kelumpang Selatan. Sehingga, diharapkan dengan adanya IHT ini dapat menjadi solusi dari segala kesulitan para guru selama ini,” kata Ely sapaan dekat Kepala Sekolah ini.
Kegiatan IHT bagi para guru ini sangat penting. Dalam perkembangan zaman yang selalu berubah, guru pun perlu melakukan pembaruan diri agar mampu bersaing dan mengikuti alur pikiran para muridnya.
“Sehingga hal itu akan mempermudah dalam proses pembelajaran, kita sebagai guru harus ikhlas, adaptif, kolaboratif, dan kreatif dalam melaksanakan kurikulum baru ini,” tandasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





