Pemkab Kotim Beli 12 Ekskavator untuk Dibagikan ke Kecamatan

Bupati Kotim Halikinnor menyerahkan secara simbolis 12 ekskavator untuk 12 kecamatan yang penyerahannya dipusatkan di Kecamatan Cempaga Hulu, Selasa (26/7).(Foto: Diskominfo Kotim)(kalselpos.com)

Sampit, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membeli 12 alat berat jenis ekskavator. Alat berat tersebut diberikan kepada 12 kecamatan untuk membantu masyarakat dalam bidang pertanian dan infrastruktur.

Penyerahan bantuan ekskavator itu dipusatkan di Kecamatan Cempaga Hulu. Bupati Halikinnor menyerahkan replika kunci ekskavator kepada kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) masing-masing kecamatan selaku penanggung jawab pengelolaan ekskavator tersebut.

Bacaan Lainnya

“Selain untuk membantu pembukaan lahan pertanian agar tidak ada lagi pembakaran, ekskavator ini juga bermanfaat untuk membuat drainase dan merawat jalan agar tidak sampai rusak parah,” kata Halikinnor di Kecamatan Cempaga Hulu, Selasa 26 Juli 2022.

Bantuan ekskavator ini sudah dijanjikan saat kampanye pasangan Halikinnor dan Irawati. Setelah terpilih pada pilkada Desember 2020 lalu, janji itu kini dipenuhi secara bertahap.

Tahun 2021 lalu ada tiga kecamatan yang mendapatkan bantuan ekskavator. Tahun ini giliran 12 kecamatan lainnya yang menerima bantuan alat berat serupa.

Dari 17 kecamatan yang ada di kabupaten ini, sudah 15 kecamatan menerima bantuan ekskavator. Dua kecamatan yang belum menerima bantuan ekskavator adalah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.

Sebelumnya dua kecamatan yang merupakan wilayah pusat kota Sampit itu tidak masuk dalam daftar penerima bantuan ekskavator. Alasannya, masyarakat setempat diarahkan meminjam ekskavator milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Perkembangan di lapangan, rencana itu berjalan kurang lancar karena ekskavator milik instansi tersebut juga sering dimanfaatkan untuk kegiatan penanganan infrastruktur. Untuk itu akhirnya diputuskan bahwa dua kecamatan ini juga akan diberi bantuan ekskavator.

“Untuk Kecamatan Ketapang dan Baamang rencananya diberikan pada 2023 nanti. Masyarakat di dua kecamatan ini juga membutuhkan ekskavator,” jelas Halikinnor.

Pengelolaan ekskavator diserahkan kepada Balai Penyuluh Pertanian (BPP) masing-masing kecamatan. Petani tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Mereka hanya menyiapkan dana untuk membeli bahan bakar minya serta operasional operator.

Kepala BPP Kecamatan Seranau, Kasto menyampaikan terima kasih atas bantuan alat berat tersebut. Dia yakin ekskavator itu akan sangat berguna untuk perluasan lahan dan meningkatkan produksi pertanian di kecamatan tersebut.

“Kami akan memanfaatkannya dengan optimal. Kami akan merawatnya agar bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama karena ini sangat dibutuhkan petani,” pungkas Kasto.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait