Serangan Tungro Tak Pengaruhi Produksi Padi di Kalsel

Kadis TPH Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman.(anas aliando)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Serangan hama tungro di Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak mempengaruhi Produksi Padi di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan sudah bisa dikendalikan dengan baik.

“Tungro yang menyerang tanaman padi masuk katagori ringan dan sedang, jadi tidak sampai menjadikan puso,” ujar Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman kepada kalselpos.com, Selasa (26/7).

Bacaan Lainnya

Dia sampaikan, luas tanaman padi di Kalsel 220 ribu hektare dan yang terkena tungro hanya 0,007 persen dari luasan tersebut.

“Jadi tidak mempengaruhi produksi kita. Sampai akhir Juni 2022, produksi kita sudah 600 ribu ton dari target 500 ribu ton. Satu tahun target kita 1,1 juta ton. Lima bulan ke depan kita kejar target sekitar 550 ribu ton lagi dan optimis tercapai,” bebernya.

Tungro di Kalsel, terang Syamsir, bisa terkendali berkat upaya keras yang dilakukan dinas pertanian kabupaten yang berkolaborasi dengan Dinas TPH Kalsel. “Kita lakukan gerakan pengendalian hama yang dilakukan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian dan Proteksi Tanaman Pangan. Itu sudah dilakukan untuk kesekian kalinya,” terangnya.

Syamsir menyebut, produksi padi di Kalsel terus dipantau Kementerian Pertanian RI. Beberapa hari lalu, Dirjen Tanaman Pangan Kementan meminta apdate terbaru stok pangan Kalsel.

“Kita sampaikan stok sangat aman dan optimis produksi kita kembali surplus,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi serangan hama tungro, Syamsir meminta petani untuk selalu menjaga dan memelihara saluran air tetap bersih. “Petani juga  kita minta untuk mengganti varietas tanamannya secara bergiliran. Jangan menanam Siam terus, harus diselingi dengan varietas lain. Apabila terjadi gejala terserang tungro segera lapor ke dinas pertanian setempat. Kita selalu pro aktif dan saling koordinasi,” katanya.

Syamsir menambahkan, untuk serangan tungro di Kabupaten Barito Kuala luasannya sangat kecil jika dibandingkan luas lahan keseluruhan. “Yang terserang sekitar 250 hektare, ada di Jelapat dan Anjir. Memang secara luasan tidak berpengaruh, namun bagi petani sangat merasakan. Kita siap bantu bibit untuk petani tanam kembali,” tukasnya.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait