Sampit, kalselpos.com -Sebanyak 1.039 orang eks tenaga kontrak Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi tahap kedua. Seleksi kali ini dipusatkan di gedung tenis Stadion 29 November Sampit.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim Kamaruddin Makalepu mengatakan, tes dibagi dua yaitu kelompok tes tertulis dan tidak tertulis.
“Awalnya ada 1.041 orang yang tidak lulus seleksi pertama. Namun kemudian ada dua orang meninggal dunia sehingga tersisa 1.039 orang,” kata Kamaruddin di sela pemantauan seleksi tenaga kontrak di Sampit, Senin (25/7/2022).
Dijelaskannya, peserta seleksi tahap kedua sebanyak 1.039 orang terdiri dari 988 orang mengikuti seleksi tertulis dan 51 orang hanya mengikuti seleksi wawancara oleh pimpinan instansi masing-masing untuk profesi tertentu seperti sopir, petugas kebersihan dan petugas keamanan.
Sementara itu peserta tes tertulis terbagi dua sesi, yaitu kelompok Strata 1 sebanyak 587 orang dan Diploma III sebanyak 401 orang. Peserta dibagi menjadi dua sesi dalam seleksi yang dipusatkan di gedung tenis komplek Stadion 29 November Sampit.
“Kami masih mendata berapa orang yang tidak hadir tes pada sesi pertama dan sesi kedua. Kalau tidak hadir, otomatis tidak lulus karena hasil tes ini menjadi salah satu nilai yang diperhitungkan,” jelas Kamaruddin.
Peserta seleksi tahap kedua ini dinilai memiliki kesempatan lebih besar untuk lulus dan kembali bekerja menjadi tenaga kontrak seperti sebelumnya.
Saat seleksi tahap pertama pada Kamis (23/6) lalu sekitar 3.500 tenaga kontrak diarahkan untuk mengikuti seleksi. Saat itu penilaian didasarkan “passing grade” atau ambang batas nilai.
Peserta yang nilainya tidak mencapai ambang batas maka dinyatakan tidak lulus. Pemerintah Daerah memberi kesempatan bagi 1.041 peserta yang tidak lulus seleksi tahap pertama untuk mengikuti seleksi tahap kedua. Kali ini kelulusan ditentukan oleh nilai saat tes serta penilaian kinerja oleh pimpinan instansi masing-masing.
“Hasil tes ini ditambah penilaian kinerja oleh pimpinannya, kemudian dilihat peringkatnya. Kita sudah memetakan berapa kebutuhan pegawai. Itu sudah kami lakukan dan itu yang bisa menjadi dasar,” pungkas Kamaruddin.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





