Sampit, kalselpos.com– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah mendapat kunjungan silaturahmi dari PGRI Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan.
Wakil Bupati Kotim Irawati yang menerima rombongan di aula rumah jabatan bupati, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada PGRI Tabalong yang telah datang berkunjung ke Sampit.
“Kami sangat senang. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya atas banyak kekurangan kami dalam menyambut dan menjamu rombongan PGRI Tabalong. Semoga kegiatan ini membuat hubungan kita semakin akrab,” kata Irawati di Sampit, Minggu (24/7/2022).
Rombongan PGRI Tabalong yang terdiri 135 orang tiba di Sampit pada Jumat (22/7) lalu. Pengurus PGRI Kotim kemudian mendampingi rombongan menuju Pantai Ujung Pandaran dan menginap di objek wisata andalan Kotim itu. Rombongan juga sempat dibawa berwisata ke objek wisata patung Jelawat di Sampit.
Selama kegiatan ini, beberapa acara digelar, yakin pentas seni, pertandingan olahraga persahabatan serta diskusi. Kedua pihak berbagi informasi terkait masalah pendidikan dan guru.
Menurut Irawati, Pemerintah Kabupaten Kotim berterima kasih dan merasa bangga karena rombongan PGRI Tabalong sudi berkunjung ke Sampit. Dia menyampaikan salam sekaligus permohonan maaf Bupati Halikinnor yang tidak bisa hadir karena dinas luar daerah.
“Kami juga merencanakan kunjungan balasan ke Kabupaten Tabalong,” kata Irawati didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Susiawati dan Ketua PGRI Kotim
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, Tonie Marawan mengaku tidak menyangka pihaknya akan mendapat sambutan luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Kotim.
“Ini bukan sekadar seremonial. Ini sebuah apresiasi yang tinggi dari Pemkab Kotawaringin Timur atas kehadiran kita beberapa hari di Sampit ini. Ini apresiasi bahwa derajat tenaga pendidik itu adalah orang yang patut dihormati,” kata Tonie.
Suasana kekeluargaan yang terjalin membuat rombongan PGRI Tabalong yang sempat dihadapkan pada suasana jenuh akibat lamanya perjalanan yang hampir 10 jam, kini menjalani kegiatan dengan penuh keceriaan.
“Ini semangat persaudaraan sebagai keluarga besar sesama pendidik anak bangsa. Walau merasa kelelahan, tetapi ketika sampai di Sampit, seketika kelelahan itu hilang. Ternyata ada magnet yang luar biasa di Sampit yang membuat kelelahan menjadi keceriaan,” pungkas Tonie.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





