Perahu Wisata Diminta Melengkapi Perizinan dan Alat Keselamatan

Polairud Polres HSU mencek kelengkapan keselamatan di perahu wisata Sungai Negara Amuntai. (polairud)l(kalselpos.com)

Amuntai, kalselpos.com – Keberadaan wisata air yang baru di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tentunya menambah destinasi wisata di Kota Amuntai. Wisata tersebut dapat dinikmati pengunjung dari Siring Itik atau aliran Sungai Negara. Pengunjung dapat menikmati suasana kota Amuntai dari sungai negara.

Baru beroperasi, namun keberadaannya masih menjadi polemik lantaran izin dan perlengkapan lainnya yang belum lengkap.

Bacaan Lainnya

Meski demikian diharapkan, destinasi wisata tersebut dapat terus berkembang hingga menjadi destinasi wisata pilihan masyarakat. Hal tersebut diutarakan Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) HSU Sugeng Riyadi.

Menurutnya keberadaan kapal wisata sangat didukung dari warga yang mencoba berusaha untuk menghidupkan wisata di HSU. Namun, disamping itu pemerintah daerah juga menghimbau agar segala sesuatu yg berkaitan dengan keselamatan penumpang agar segera dilengkapi. “Persoalan izin juga saya mintakan agar segera diurus agar cepat selesai. Kami menyadari bahwa kab HSU masih sangat minim soal lokasi atau alat wisata, jadi bila ada yg mau berinisiatif memajukan wisata, maka akan kami dukung,” katanya.

Namun tambahnya, untuk persoalan izin kalau terlalu Ketat mempersoalkan, takutnya tidak jadi beroperasi dan sayang nantinya.

Terkait hal itu, Polres HSU melalui Satuan Polairud kembali melakukan pemeriksaan terhadap perahu wisata itu. Lantaran, setelah dilarang beroperasi, namun pihak pengelola kembali melakukan operasi mengangkut pengunjung, Rabu (20/7).

Kasat Polairud Iptu Budi Aji melalui KBO Ipda Fannan mengatakan, pihaknya kembali mengingatkan agar pengelola tidak mengoperasikan perahu wisata, sebelum kelengkapan izin dan alat keselamatan terpenuhi.

“Tadi sudah kita tegaskan agar pengelola melengkapi administrasi dan alat keselamatan seperti, Life Jacket (jaket pelampung) dan ring boy,” tegasnya.

Apabila masih beroperasi, pihak Polairud tidak segan untuk melakukan tindakan. Kemudian terkait kerusakan di salah satu kafe yang diakibatkan oleh perahu wisata tersebut, telah berdamai dan pihak pengelola telah melakukan kewajibannya untuk ganti rugi, sesuai mediasi.

Hal serupa juga disampaikan salah satu pengunjung perahu wisata yang telah naik di atas perahu tersebut. Menurut Wahyu, keberadaannya telah bagus karena dan menarik, namun perlu diperhatikan seperti rute, seharusnya cukup sampai Pasar Senin, tidak perlu sampai Alabio, dan mampir sebentar di masjid bersejarah Sungai Banar.

“Dari segi keamanan seharusnya juga harus dilengkapi seperti safety pelampung. Untuk tarif lumayan, ya, kalau bisa Rp5 ribu saja, soalnya kalau orang yang berpenghasilan Rp50 ribu perhari ditambah misalnya anak dua tentu memberatkan,” imbuhnya.

Dirinya berharap Pemkab HSU juga mengatur kawasan perumahan bisa dibikin kawasan pelangi atau lainnya agar lebih menarik seperti di Banjarmasin, sehingga dipandang menarik.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait