Tekan Inflasi Daerah, Bupati HSS Pimpin Rapat TPID

RAPAT- Bupati HSS Achmad Fikry didampingi Wabup Syamsuri Arsyad memimpin rapat TPID. (Prokopim)(kalselpos.com)

Kandangan, kalselpos.com– Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry didampingi Wakil Bupati (Wabup) Syamsuri Arsyad memimpin rapat pengendalian inflasi daerah, Selasa (19/7) di Aula Rakat Mufakat Setda setempat.

Rapat pengendalian inflasi daerah tersebut, diikuti Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Bulog Cabang Barabai, BPS, Polres HSS dan para Kepala OPD yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Bacaan Lainnya

Bupati HSS Achmad Fikry mengatakan, sesuai arahan Presiden RI pengaruh eksternal sangat kuat, terhadap perekonomian Indonesia seperti perang antara Rusia dan Ukraina, sehingga membawa dampak yang kurang baik seperti naiknya harga BBM termasuk gas LPJ.

Menurut bupati, untuk LPG pihaknya sudah meminta TPID untuk mengantisipasi kemungkinan bergesernya penggunaan dari 12-5 ke 3 kilogram.

“Semoga melalui kartu kendali, bisa mengurangi kebocoran penggunaan gas LPG 3 kilogram oleh orang-orang yang tidak berhak,” kata Bupati Fikry.

Dikatakan Bupati, komoditi yang diperkirakan akan terus mengalami kenaikan akibat konflik Rusia dan Ukraina adalah gandum. “Makanan berupa roti dan mie instan diperkirakan harganya akan terus merangkak naik,” ujar Bupati Fikry.

Sementara perkembangan di Kabupaten HSS, kata bupati, ada tren harga-harga mengalami kenaikan tidak sekedar menjelang hari raya, tetapi memang rata-rata naik semua, namun masih bisa terkendali.

Untuk menekan kenaikan harga tersebut, kata bupati, Pemkab HSS akan terus melakukan upaya-upaya untuk meringankan beban masyarakat, melalui Toko Tani Indonesia (TTI).

“TTI akan terus kita gelar di 11 Kecamatan, untuk memenuhi kebutuhan yang mendasar seperti minyak ,gula, telur, bawang merah bawang putih dan lainnya,” ujar Bupati Fikry.

Saat ini, ungkap bupati, harga cabe masih tinggi, namum masyarakat HSS tidak terlalu jadi soal, karena konsumsi sedang sedang saja, dan sebagian masyarakat menanam di pekarangan rumah.

“Karena banyak masyarakat yang memanfaatkan pekarangan, makan tidak banyak yang membeli cabe,” ujar Bupati Fikry.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait