Bupati Kotim Resmikan 33 Dapur Sehat Perkuat Penanganan Stunting

Bupati Kotim Halikinnor saat rapat audit stunting dan peresmian Dapur Sehat untuk penanganan stunting, Kamis (14/7). (Foto: Prokopim Kotim)(kalselpos.com)

Sampit, kalselpos.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor SH MM meresmikan 33 Dapur Sehat yang ditujukan untuk memperkuat penanganan stunting di daerah ini.

Dapur Sehat ini untuk membantu meningkatkan gizi anak-anak agar terhindar dari penyakit gagal tumbuh tersebut.

Bacaan Lainnya

Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah menargetkan bisa menurunkan angka stunting menjadi 15 persen pada 2024. Upaya ini perlu mendapat dukungan semua pihak agar berhasil sesuai harapan.

“Kita menargetkan bisa menurunkan 50 persen dalam dua tahun hingga 2024 nanti, dari angka 32 persen saat ini. Ini perlu perjuangan keras kita semua,” kata Halikinnor di Sampit, Kamis (14/7/2022).

Angka stunting di Kotim tertinggi di Kalimantan Tengah. Fakta itu membuat Pemerintah Kabupaten Kotim bersama pihak terkait bekerja keras untuk menanganinya agar kasus stunting terus berkurang.

Keseriusan dalam percepatan penanganan stunting ini mendapat apresiasi pemerintah pusat. BKKBN memberikan penghargaan kepada Pemkab Kotim sebagai daerah Terbaik I dalam penanganan stunting di Kalimantan Tengah.

Apresiasi itu tidak membuat pemerintah daerah terlena, tetapi justru semakin bersemangat menangani stunting. Salah satunya dengan menggelar kegiatan audit stunting dan identifikasi kasus yang dirangkai dengan peresmian Dapur Sehat di 33 kampung KB se-Kotim pada hari ini.

Menurut Halikinnor, pemerintah daerah tidak menutup-nutupi kasus stunting di Kotim yang termasuk tertinggi di Kalimantan Tengah. Justru, fakta itu membuat pihaknya sangat serius dan gencar menangani penyakit gagal tumbuh pada anak tersebut.

“Penangan stunting ini perlu kegigihan, keuletan kebersamaan kita semua. Apalagi stunting ini bisa diderita siapa saja sekalipun orang mampu. Stunting ini harus dicegah sejak masa kehamilan. Tetapi saya yakin dengan kolaborasi dan sinergitas ini bisa kita wujudkan nanti,” ujar Halikinnor.

Halikinnor menambahkan, penanganan stunting memerlukan dukungan semua pihak. “Saya meminta seluruh instansi terkait meningkatkan sinergitas agar upaya penanganan stunting bisa lebih baik lagi,” tukasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait