Banjarmasin, kalselpos.com – Sepucuk surat atas nama kepala SMA dan SMK
se – Kalsel ditujukan kepada Gubernur Sahbirin Noor.
Surat itu bertanggal 4 Juli 2022, dan tidak ada tandatangan di surat tersebut.
Surat itu telah tersebar di media sosial (medsos). Surat itu berisikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sahbirin Noor yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka sebagai kepala sekolah (kepsek).
Kemudian isi surat selanjutnya meminta petunjuk kepada Gubernur Sahbirin Noor
apakah pengangkatan dan pelantikan Kadisdikbud dan kepala SMA, SMK dan SLB tidak cukup hanya merupakan kewenangan sepenuhnya dari gubernur, tetapi harus ditambahkan persetujuan kepada sekolah, guru, tenaga kependidikan, staf serta GTT dan PTT setempat, sesuai surat yang dilayangkan Kadisdikbud Kalsel, Muhammadun kepada mereka.
Para kepsek juga menanyakan kepada Gubernur Sahbirin Noor, apakah benar apa yang disampaikan Muhammadun pada Group WhatsApp Kepala Sekolah yang menulis kalimat: Amin
doa Ulun semua Kepsek SMK babini dua payu kah kada kah terserah kepsek.
“Apakah memang kami kepala SMK se Kalsel diberikan peluang bebini atau beristri dua sesuai SMS Madun Kadisdik terlampir. Ini merupakan angin segar bagi kami yang ada niat dan minat serta berharap karena dianjurkan oleh Kadisdik tidak ada sanksi atau hukuman karena melanggar peraturan perundang-undangan” demikian rangkaian kalimat yang tertulis pada surat itu.
Kalsel Pos melakukan konfirmasi perihal surat tersebut kepada Kadisdikbud Kalsel, Muhammadun.
Ia menyebut tidak ada menganjurkan sama sekali kepada kepala sekolah untuk menambah istri.
“Itu bahasa bercanda saja di group WA atau WAG, kenapa dipersoalkan. Lain halnya kalau aku bikin peraturan. Itu bercanda. Aku tidak puasa saja dilaporkan ke gubernur. Orang cari macam – macam gitu. Dari semua aspek aku diserang,” ujar pria yang akrab disapa Madun, itu kepada Kalsel Pos, Rabu (13/7) siang.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





