Pemkab dan BNN Kabupaten Balangan Laksanakan Launching Desa Bersinar              

SAMBUTAN -Bupati Balangan H Abdul Hadi memberikan sambutan saat pelaksanaan launching Desa bersinar dengan mengambil tempat di Gedung Mayang Maurai – Paringin Kabupaten Balangan Senin (11/7).(kurnadi)   Teks foto  Badan Narkotika Nasional ( BNN) Kabupaten Balangan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Balangan melakukan launching Desa bersinar dengan mengambil tempat di Gedung Mayang Maurai – Paringin Kabupaten Balangan Senin (11/7).(kurnadi) (kalselpos.com)

Paringin,kalselpos.com-Badan Narkotika Nasional ( BNN) Kabupaten Balangan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Balangan melakukan launching Desa bersinar dengan mengambil tempat di Gedung Mayang Maurai – Paringin Kabupaten Balangan Senin (11/7).

Badan Narkotika Nasional ( BNN) Kabupaten Balangan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Balangan melakukan launching Desa bersinar dengan mengambil tempat di Gedung Mayang Maurai – Paringin Kabupaten Balangan Senin (11/7).(kurnadi)
(kalselpos.com)

Kegiatan yang dihadiri Bupati Balangan H,Abdul Hadi Kepala BNN Balangan ,M.Faizal Sidik dan Ketua PKK Balangan Hj Sri Huriati hadi dan para undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan ini Bupati Balangan ,H.Abdul Hadi menyampaikan ucapan puji syukur dan juga rasa gembira dan bangga dengan di launching tiga desa yang telah siap menjadi pilot  Project Desa bersih Narkoba ( Desa Bersinar ).

Diungkapkannya, adapun tiga desa tersebut yakni Desa Lingsir Kecamatan Paringin Selatan, Desa Matang Hanau Kecamatan Lampihong dan Desa Sungsum Kecamatan Tebing Tinggi.

H.Abdul hadi juga menambahkan beberapa tahun  terakhir ini Indonesia sedang dan masih dalam situasi  darurat narkoba.

“Kita sama sekali tidak dapat bernapas lega dalam urusan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba ini,” sampainya.

Menurutnya, di Kalimantan Selatan sendiri dari penelitian yang dilakukan oleh BNN ,bekerjasama dengan LIPI  Tahun 2019 diperoleh hasil yang sangat mengerikan yaitu angka prevalensi sebesar 1,80  persen pernah  memakai narkoba dan 1,30 persen pernah memakai dalam satu tahun terakhir saat itu.

Angka ini  menempatkan Kalimantan Selatan sebagai zone rawan penyalah gunaan Narkotika di Indonesia.

H.Abdul hadi juga memaparkan penyalahgunaan narkotika sekarang ini bukan saja merambat perkotaan namun telah memasuk hingga desa – desa .

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait