Disperkimtan Tanbu Sosialisasikan Program Satu Desa Satu Masjid ke Pedalaman

Rombongan Disperkimtan Tanbu saat berada di Mushala Nurul Azhar, Desa Dadap Kusan Raya, Kecamatan Teluk Kepayang.(Foto: Istimewa)Kristiawan(kalselpos.com)

Batulicin, kalselpos.com –Kepala Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Tanah Bumbu (Tanbu) bersama jajaranya naik motor trail menembus kegelapan malam menuju desa pedalaman, yakni Desa Dadap Kusan Raya, Kecamatan Teluk Kepayang, Kamis 7 Juli sekitar pukul 22.30 Wita.

Berbekal tekad yang kuat dan niat yang tulus, sebanyak 10 orang dipimpin langsung Kadis Perkimtan, H. Ansyari Firdaus menelusuri hutan Pegunungan Meratus dengan misi menyosialisasikan dan mensukseskan program Satu Desa Satu Masjid.

Bacaan Lainnya

Setelah berjuang hampir 4 jam melewati jalan licin tanah merah, Kepala Dinas bersama Kabid Perumahan Rakyat, dan jajaranya berhasil tiba ditujuan pukul 01.30 Wita dini hari.

Sekedar informasi, Desa Dadap Kusan Raya merupakan salah satu desa terpencil yang akses menuju ke desa tersebut ada tapi sulit ditempuh dan bahkan tidak ada jaringan telekomunikasi.

Setibanya di Desa Dadap Kusan Raya, Kepala Dinas bersama rombongan diterima langsung Kepala Desa, Ketua RT 1 dan 2, serta warga setempat.

“Alhamdulillah, kami tiba di Mushala Nurul Azhar Desa Dadap Kusan Raya pada jam 01.30 Wita dini hari dan diterima dengan baik oleh Kepala Desa beserta jajarannya,” ucap H. Ansyari Firdaus kepada kalselpos.com Senin (11/7)

Diceritakan H. Daus (sapaan akrabnya), dalam perjalanan rombongan tidak menemui kendala atau masalah apapun.

Adapun yang menjadi agenda setibanya di Mushala Nurul Azhar, dikatakan H. Daus, pihaknya beserta warga desa melaksanakan shalat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan zikir, shalawat, shalat dhuha berjamaah, dalam rangka menyukseskan Satu Desa Satu Masjid.

Selain itu, juga diserahkan bantuan berupa Alquran, Yasiin, Buku Iqro, dan buku kumpulan doa-doa.

Kadis Perkimtan mengatakan program Satu Desa Satu Masjid ini merupakan program Bupati Tanbu Abah HM. Zairullah Azhar yang bercita-cita menjadikan Kabupaten Tanbu Serambi Madinah.

“Program Satu Desa Satu Masjid adalah program memakmurkan masjid. Dimana di dalamnya digelar berbagai kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, majelis taklim, baca tulis Alquran dan sebagainya,” terangnya.

Dengan adanya program Satu Desa Satu Masjid ini Tanbu menjadi daerah yang penuh berkah dan dirahmati oleh Allah SWT.

“Mudah-mudahan, doa dari warga masyarakat Desa Dadap Kusan Raya dikabulkan oleh Allah SWT dan menjadikan Tanah Bumbu Serambi Madinah,” tuturnya.

Diharapkan pula, melalui program Satu Desa Satu Masjid ini melahirkan para penghafal Quran untuk Desa Dadap Kusan Raya, dan Kabupaten Tanbu.

Pada kunjungan tersebut, berbagai usulan disampaikan ke pemerintah daerah diantaranya seperangkat alat pengeras suara, air, lampu penerangan untuk mushala Nurul Azhar, serta belum ada guru mengaji dan diharapkan ada ustadz yang mau bermukim di desa tersebut.

Sementara itu, dalam beberapa kesempatan, Bupati Abah HM. Zairullah Azhar mengatakan ia mengimpikan Tanbu menyerupai Kota Madinah yang ada di Arab Saudi dari segi ekonomi.

Dimana kota Madinah adalah kota yang memiliki penghasilan ekonomi yang tinggi, kemiskinan dan pengangguran sangat sedikit, bahkan kota tersebut sangat aman untuk dikunjungi warga dari negara manapun.

“Dari tiga aspek itu kita ingin Tanah Bumbu dapat menyerupai Kota Madinah,” kata Zairullah.

Sedangkan Program Satu Desa Satu Masjid, terinspirasi oleh sejarah masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz dimana kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan terpusat di masjid, yang berdampak pada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut juga dibarengi dengan adanya peluang dan kekuatan Kabupaten Tanbu sebagai penyangga ibu kota negara baru serta kekuatan SDM yang kemudian tercipta gagasan cemerlang dari Abah Zairullah Azhar untuk mewujudkan Tanbu Bersujud menuju Serambi Madinah dengan gerakan awal memakmurkan Satu Desa Satu Masjid yang berkelanjutan.

Dengan gerakan Satu Desa Satu Masjid ini diharapkan masjid tidak akan kosong tetapi selalu ada kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang dilaksanakan seperti pengajian, hafiz Quran, tempat belajar, dan lainnya.

Gerakan ini, merupakan komitmen bersama dan kerjasama antara Pemkab Tanbu dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun SDM yang Qurani yang kuat di tengah arus globalisasi dengan melakukan langkah-langkah konkrit, yaitu tidak hanya cerdas dalam penguasaan ilmu dan teknologi tetapi juga memiliki karakter kuat yang dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan yang pada akhirnya yang tercipta generasi unggul, mandiri, produktif, dan berakhlak mulia.

Gerakan ini akan terus berjalan dan akan menjadi kegiatan rutin di desa sehingga menjadi salah satu ciri khas karakter masyarakat Tanbu.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait