Tanjung, kalselpos.com – Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani meminta adanya pengawasan terhadap pengerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh kontraktor.

Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani saat memimpin rapat terkait percepatan pengadaan barang/jasa dan peningkatan kualitas pelaksanaan fisik pekerjaan Konstruksi di Aula Diskominfotik Tabalong, Rabu (6/7).(Ali)(kalselpos.com)
Hal itu Ia sampaikan saat memimpin rapat terkait percepatan pengadaan barang/jasa dan peningkatan kualitas pelaksanaan fisik pekerjaan Konstruksi di aula Diskominfotik Tabalong, Rabu (6/7).
“Saya minta pengawasan terlebih-lebih pengerjaan fisik, misalnya membangun trotoar pagi kerjaannya rata tapi saat siang sudah tidak rata, sebab itu kita awasi saja,” pintanya.
Anang juga menginginkan pengawasan pelaksanaan fisik pekerjaan konstruksi di wilayah Bumi Sarabakawa tersebut di perketat.
“Saya berharap pengawasan dilapangan diperketat, saya sudah sampai pada satu kesimpulan dulu saya pikir pengusaha besar itu pasti lurus tapi makin ke atas tidak lurus, semuanya mau mengakali,” ujarnya.
Terkait percepatan pengadaan barang/jasa, Ia menuturkan perlu ada perhatian lebih khusus baik untuk meningkatkan serapan anggaran maupun mencermati program-programnya.
“Kemarin 1 Juli Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merilis bahwa untuk DAK Fisik itu sangat rendah 9,5 persen, bahkan ada tiga pemerintah daerah yang nihil realisasinya Provinsi, Tabalong dan Banjarmasin,” tuturnya lagi.
Berdasarkan peraturan Menteri Keuangan nomor 198/PMK.07/2021 ditegaskan bahwa terhadap kegiatan DAK fisik yang dananya sudah disalurkan, kegiatannya segera dilaksanakan dan pembayarannya kepada tender dilakukan termin sesuai ketentuan.
Mencari dan mendatangkan dana ini susah sekali, imbuh Bupati, dana DAK fisik sudah tersedia dan jangan sampai nanti kita kesulitan.
“Saya yakin semua perencanaan sudah oke, kalau bisa besok konsulidasi berikan arahan tentang ini baik untuk dana alokasi fisik, Dana Alokasi Umum (DAU) dan PAD karena ini sudah lampu kuning,” timpal orang nomor satu di Bumi Sarabakawa.
Anang mengatakan kepada jajarannya agar bisa memerhatikan kinerja kegiatan yang dilakukan dan bisa meningkatkan daya serapnya.
“Kalau kita serapan rendah maka otomatis pusat akan menurunkan dana alokasi fisik karena kemampuan kita hanya segitu, kalau bisa naik 100 persen nantinya. Saya harap karena ini tahun-tahun akhir jabatan saya dan Wakil Bupati kita ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





