Banjarbaru, kalselpos.com – Kabar baik datang dari Pemprov Kalsel untuk guru honorer yang kini sedang dirundung galau memikirkan nasib mereka di tahun 2023 nanti, di mana pemerintah pusat akan menghapus tenaga honorer di seluruh Indonesia.
Kabar baik itu adalah, Pemprov Kalsel di penghujung tahun 2022 ini mendapatkan kouta 1.049 orang untuk guru honorer yang akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Provinsi Kalsel, H Fahrudinoor mengungkapkan, saat rapat koordinasi teknis di Semarang, pada 19 Juni lalu, Disdikbud Kalsel mengusulkan semua guru honorer pemprov menjadi PPPK ke perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang hadir.
“Jumlah guru honorer kita saat ini masih tersisa 2.230 orang. Kementerian memberikan kouta tahun ini sebanyak 1.049 orang untuk diangkat menjadi PPPK. Padahal kami ajukan lebih dari 2.000 orang,” ujarnya, kepada Kalsel Pos, Rabu (6/7).
Dia merincikan, jumlah guru honorer Pemprov Kalsel saat ini yang mengajar di SMA 1.226 orang, SMK 928 dan guru untuk pendidikan khusus sebanyak 233 orang.
Fahrudinoor mengharapkan, semua guru honorer Pemprov Kalsel bisa menjadi PPPK di tahun 2023 nanti.
“Kepala Disdikbud Kalsel sangat perhatian dengan nasib guru honorer, makanya kami usulkan sebanyak – banyaknya. Namun kementerian hanya memberikan kouta segitu,” ucapnya lirih.
Kepada guru honorer Pemprov Kalsel, Fahrudinoor mengharapkan untuk terus bersabar sembari berdoa agar di tahun 2023 nanti semuanya bisa menjadi PPPK.
“Semoga guru honorer kita bisa diakomodir semua. Karena guru ujung tombak peningkatan SDM anak didik. Semoga di 2023 semua bisa diangkat menjadi PPPK,” tutup Fahrudinoor.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





