Ponpes At-Taubah Lapas Amuntai Sarana Mengatasi Buta Aksara Al-Qur’an Bagi WBP

Kegiatan santri di Ponpes At-Taubah di Lapas IIB Amuntai. (adiyat)(kalselpos.com)

Amuntai,kalselpos.com– Pondok Pesantren (Ponpes) At-Taubah yang ada di lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai selalu aktif setiap harinya.

Bertempat di dalam Masjid At-Taubah selalu ramai dengan kegiatan keagamaan. Hal ini terlihat banyaknya antusias Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas IIB Amuntai belajar mengaji.

Bacaan Lainnya

Kegiatan belajar mengaji ini berlangsung setiap hari dari Senin hingga Sabtu setelah sholat ashar berjamaah.

Hal ini salah satu program lapas kelas IIB amuntai yang menaungi pondok pesantren tersebut, untuk melakukan program TPA / TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) untuk mengatasi buta Aksara Al-Qur’an.

Kasi Binapi Giatja Ahmad Sardaniansyah
selaku pembinaan WBP dalam jajaran pengurus pondok At-Taubah mengatakan, ada beberapa WBP yang belum bisa membaca Al-Qur’an ataupun belum lancar.

“Dalam rangkaian pembelajaran juga terdapat pendidikan dasar membaca Al-Qur’an, tingkat lanjutan dan tingkat mahir. kami sangat serius dalam mengawasi perkembangan kemampuan warga binaan dalam membaca Al-Qur’an,” katanya.

Para pengurus pondok membina santri agar mereka bisa membantu dalam pembelajaran bagi WBP untuk belajar Al-Qur’an. Santri tersebut juga WBP yang telah mendapatkan pelatihan, pendidikan dan pembinaan tentang ilmu agama Islam, dan Al-Qur’an.

“Program ini sudah hampir 5 tahun berlangsung sejak didirikannya pesantren At-Taubah, yang dimana Kalapas sangat mendukung dan apresiasi program tersebut, Kalapas sebagai penanggung jawab dalam kepengurusan pondok pesantren At-Taubah,” imbuhnya

Pesantren tersebut tidak hanya didirikan oleh pihak Lapas saja, tapi bekerjasama dengan instansi pemerintah daerah yang terkait dalam urusan pembinaan keagamaan yaitu Kemenag HSU.

Demikian Lapas kelas IIB Amuntai menjadi percontohan bagi Lapas dan Rutan di Kalimantan Selatan untuk mengatasi Buta Aksara Al-Qur’an.

Setelah keluar dari Lapas kelas IIB Amuntai WBP bisa mengamalkan kalau bisa mentransferkan ilmunya kepada masyarakat agar mengubah pandangan stigma-stigma negatif tentang Lapas.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait