Almarhum Mastur Sosok Penyabar dan Taat Beribadah yang Makamnya Bercahaya

Makam Almarhum Mastur bin Masrum hang dikabarkan mengeluarkan cahaya saat malam hari. (ist) adiyat(kalselpos.com)

Amuntai, kalselpos.com – Viral-nya makam yang mengeluarkan cahaya di Desa Patarikan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) heboh di media sosial beberapa hari terakhir.

kenangan Almarhum Mastur bin Masrum. (ist)adiyat(kalselpos.com)

Video viral yang menunjukan sebuah pemakaman bercahaya tersebut, beredar dari grup-grup whatsapp, Facebook dan Instagram.

Bacaan Lainnya

Makam tersebut diketahui, merupakan dari Almarhum Mastur bin Masrum warga setempat di Desa Patarikan RT 1 yang berada di lokasi Alkah area pemakaman milik keluarga atau tepatnya di belakang rumah Almarhum.

Menurut penuturan salah seorang warga setempat Zai, dirinya melihat secara langsung kalau makam almarhum Mastur yang meninggal pada usia 76 tahun tersebut, bersinar dengan cahaya putih di bawah batu nisan. Zai menceritakan dirinya melihat hal itu, sekitar pukul 20.00 wita dari langgar tidak jauh dari area pemakaman tersebut.

“Awalnya hanya kelihatan cahaya sedikit saja, tapi semakin tinggi malam, cahaya tersebut semakin terang yang keluar dari bawah,” katanya saat di wawancarai, Selasa (31/5).

Usai viral di media sosial, sejak tiga malam terakhir tadi, banyak warga yang berdatangan ke makam Mastur yang meninggal pada 12 Mei 2022 lalu.

Dikonfirmasi ke Kepala Desa Patarikan, Akhyar menerangkan. Kejadian makam almarhum Mastur mengeluarkan cahaya tersebut, ternyata bukan baru-baru tadi, tetapi telah lama diketahui, namun tidak di kabarkan ke orang-orang luar desa.

Sosok Mastur dikenal agamis dan taat beribadah, bahkan sering menghadiri pengajian.

Menurut cerita Kades Akhyar. Almarhum Mastur yang sering membuka Langgar dan menjadi muadzin yang berdekatan dengan rumah Almarhum bersama dengan salah seorang kaum (marbut) Fajri ini. Saat almarhum Mastur meninggal, si Fajri ini melihat sosok seperti Mastur dengan berpakaian jubah serba putih di dekat makam tersebut, dan disampaikan ke jamaah langgar yang mereka melihat cahaya putih tadi.

Warga sekitarpun dibuat heboh, namun oleh tokoh agama setempat, agar tidak disebarkan atau dihebohkan saat itu. Hingga akhirnya, heboh atau viralnya baru-baru tadi saja.

Dari warga remaja desa fasilitas turut membantu masyarakat yang ingin berdatang ke makam almarhum, seperti mengatur parkir dan keamanan, serta menyiapkan panggung di dekat area makam tadi untuk masyarakat yang ingin berziarah dan memanjatkan doa dengan dibagi dua tempat untuk wanita dan pria.

“Malam ramai masyarakat yang datang, ingin melihat langsung dan memanjatkan doa, untuk Almarhum Mastur,” terangnya.

Masih menurut Kades Akhyar , almarhum merupakan orang yang sangat penyabar, tidak bisa mengeluh, bahkan sampai sakit dan harus dirawat di RSUD Amuntai sebelum meninggal dunia.

Pasca viral tersebut, warga Desa Patarikan RT 1 kini ramai dikunjungi oleh masyarakat. Bahkan titian jalan menuju makam almarhumah Mastur yang berada di belakang rumah diperbaiki dan dibuatkan panggung terpisah.

Saking ramainya yang datang, mereka harus antri karena kapasitas panggung dibatasi hnya cukup untuk 15 orang laki-laki dan 15 orang wanita.

“Mereka ini mulai berdatangan setelah shalat maghrib hingga tengah malam dan kami berikan himbauan kepada pengunjung agar tertib dan tidak merusak area makam almarhum,” ucapnya.

Sementara itu, pihak keluarga Hadrianor menantu dari yang tinggal serumah dengan Almarhum Mastur saat ditemui di kediamannya menceritakan sosok almarhum semasa hidup yang dikenal taat beribadah dan penyabar. Memiliki tujuh orang anak dan meninggal tiga diantaranya telah meninggal.

Almarhum Mastur biasanya pergi ke Balikpapan untuk berdagang satu atau dua kali dalam satu bulan. Mastur rajin beribadah bahkan aktif dalam memelihara Langgar At Taqwa yang di sebelah kediamannya, dengan bersih-bersih, membuka pintu hingga muadzin.

“Saat Ramadhan, Almarhum rutin membaca ayat suci Al-Quran, tidak pernah meninggalkan shalat wajib dan Tarawih, dzikir hingga kegiatan keagamaan lainnya. Bahkan saat Ramadhan tadi 4 kali khatam Al-quran,” tuturnya.

Meski jarang berbicara banyak, namun kepribadiannya dikenal murah senyum dan ramah ke orang lain. “Tidak pernah marah-marah, penyabar sekali, kadang memberikan nasihat ke keluarga,” tambahnya.

Usai shalat tarawih, Almarhum membaca Al-quran di langgar, setelah pulang ke rumah, kembali membaca Al-Quran. Kemudian berdzikir dan istirahat malam hari, menjelang sahur sekitar pukul 02.00 wita dini hari, kembali mengaji sampai subuh dan dilakukan setiap malam.

Hal serupa juga diutarakan anak Almarhum Rahman, meski tidak serumah lagi karena telah berkeluarga. Almarhum memang sosok yang penyabar dan taat beribadah.

Almarhum Mastur meninggal di malam Jumat di RSUD Pambalah Batung Amuntai setelah shalat maghrib, sedangkan istrinya telah lama meninggal dunia.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait