“Pelaku ditangkap di rumah keluarganya kemarin pukul 16.30” timpalnya.
Karena melakukan upaya perlawanan terhadap petugas, pelaku dihadiahi “timah panas”.
“Sejak awal sudah tidak mau menyerahkan diri. Tersangka kemana- mana membawa Sajam dan memiliki Senpi rakitan” jelasnya.
Saat konferensi pers itu Piani mengakui dan menyesali perbuatannya.
“Saya sangat menyesal dan memohon maaf kepada semua keluarga korban” ucapnya terbata- bata.
Ia mengakui perbuatannya karena dalam pengaruh minuman keras.
Diketahui sebelumnya, sebuah peristiwa tindak pidana penganiayaan.
Dalam peristiwa tersebut, menyebabkan 3 pria luka tusuk dan robek akibat senjata tajam milik Akhmad Supiani. Ketiga korban berinisial ED (29) warga desa Pangelak, serta RN (30) dan HP (30) dari desa Marindi kecamatan Haruai.
Satu orang korbannya meninggal dunia dan usai melakukan penganiayaan pelaku langsung melarikan diri.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





