Penyuluhan Keamanan Pangan, Wabup Syamsuri Minta Pelaku Usaha Jaga Kebersihan dan Tak Mengurangi Rasa Olahan

MENYERAHKAN- Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad menyerahkan materi pelatihan kepada peserta penyuluh keamanan pangan.(Sofan) (kalselpos.com)

Kandangan,kalselpos.com – Untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah, Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (Disnaker KUKMP) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memfasilitasi Perizinan Izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) bagi pelaku usaha melalui penyuluhan keamanan pangan, Senin (30/5).

SAMBUTAN- Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad memberikan sambutan penyuluh keamanan pangan.(Sofan)(kalselpos.com)

Penyuluhan keamanan pangan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) HSS Syamsuri Arsyad yang diikuti 30 pelaku UMK se-Kabupaten.

Bacaan Lainnya

Kepala Disnaker KUKMP Kabupaten HSS Hendro Martono, mengatakan
penyuluhan keamanan pangan dilakukan untuk memfasilitasi pelaku UMK mendapat P-IRT agar produk mereka standar kesehatan untuk beredar ke publik.

“Kalau mereka sudah mendapatkan P-IRT maka produknya sudah standar kesehatan, yang perizinan dibuat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten HSS,” ujarnya.

Untuk mendapatkan P-IRT tersebut, kata Hendo, pelaku usaha terlebih dahulu mendapatkan sertifikasi melalui penyuluhan yang digelar Disnaker KUKMP Kabupaten HSS.

“Jika sudah mendapatkan sertifikasi, selanjutnya bisa membuat P-IRT yang nanti difasilitasi Disnaker KUKMP Kabupaten HSS,” ujar Hendro.

Sementara itu, Wabup HSS Syamsuri Arsyad, mengatakan persoalan ekonomi menjadi sangat penting bagi proses pembangunan di setiap daerah, termasuk di Kabupaten HSS yang ingin mensejahterakan masyarakat.

Menurut wabup, apapun yang dilaksanakan atau dilakukan oleh semua organisasi perangkat daerah di Indonesia adalah tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat.

“Alhamdulillah, dimasa pandemi Covid-19 pada 2019 tadi, Kabupaten HSS mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten yang berhasil mengentaskan kemiskinan se-Indonesia,” ujar Wabup Syamsuri.

Dikatakan wabup, berdasarkan data statistik angka kemiskinan di Kabupaten HSS mencapai 11 ribu, tetapi tidak menutup kemungkinan secara riel di lapangan lebih dari itu, dan angka pengangguran terendah di Kalsel.

“Dari jumlah penduduk HSS sekitar 231 ribu jika, faktanya usia 15-35 hampir 65 persen yang ingin mencari kerja ketimbang yang tua yang sudah mapan,” ujar Wabup Syamsuri.

Wabup berharap, melalui penyuluhan keamanan pangan dapat menguatkan program pemerintah, sehingga perekonomi masyarakat semakin meningkat, melalui usaha-usaha yang dilakukan pelaku usaha.

“Dan alhamdulillah hari ini banyak pelaku usaha yang mau membuat P-IRT, yang sangat bermanfaat dalam pemasaran hingga ke luar daerah,” ujarnya.

Wabup berpesan kepada pelaku usaha yang mengikuti penyuluhan keamanan pangan, untuk terus menjaga kebersihan dalam mengolah produknya.

“Dan jangan kurangi rasa yang enak, agar pelanggan tidak kecewa dengan produk yang mereka beli, serta buat kemasan yang lebih menarik lagi,” pesan Wabup Syamsuri.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait