Husairi Tekankan Pentingnya Sosok Guru Penggerak Sebagai Agen Perubahan

Plt Bupati HSU H Husairi Abdi hadir di acara festival panen hasil belajar guru penggerak lokakarya 7 angkatan 3. (diskominfo)(kalselpos.com)

Amuntai, kalselpos.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Husairi Abdi tekankan pentingnya sosok guru penggerak sebagai agen perubahan dalam persaingan dan perubahan zaman.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara langsung kegiatan festival panen hasil belajar guru penggerak lokakarya 7 angkatan 3 yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK) IPA di Hotel minosa resort, Sabtu (14/5) lalu.

Bacaan Lainnya

“Guru penggerak diharapkan mampu menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya khususnya di HSU, berbagai cara bisa dilakukan, misalnya dengan menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru disekolah dan di wilayahnya, menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah dalam mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah,” ucap Husairi.

Selain itu Husairi menambahkan, guru penggerak sebagai salah satu program pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia agar dapat memberikan inovasi, inspiratif dan berorientasi pada tujuan dunia pendidikan yang merdeka belajar.

“Di era melek literasi digital saat ini, guru penggerak menjadi transformasi dunia digitalisasi di Indonesia, menjadi pelopor revolusi mental dan karakter sebagai seorang teladan siswa untuk meraih mimpi dan angkanya tanpa takut akan ketatnya persaingan dan kompetisi dimasa yang akan datang,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU Jumadi yang diwakili kepala bidang pembinaan guru dan tenaga kependidikan Junaidi Gunawan menyampaikan, pada tahun 2022 sebanyak 18 peserta yang dinyatakan lulus dan mengikuti program guru penggerak.

“Yang nantinya 18 orang ini akan bersama-sama mengembangkan diri dengan refleksi, berbagi dan berkolaborasi secara mandiri dengan kematangan moral untuk berperilaku sesuai dengan kode etik, dan mampu merencanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang melibatkan orang tua dan komunitas pendidikan,” sampainya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait