Petani Katingan Kuala Desak Pemerintah Terkait Usulan Cetak Sawah

Pekerjaan proyek Irigasi yang telah dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan II.(deny)(kalselpos.com)

Katingan, kalselpos.com– Kepala Desa Jaya Makmur Kecamatan Katingan Kuala Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Wahyudi, meminta ada perhatian Pemerintah terkait usulan rehab lahan cetak sawah untuk 2023.

Irigasi yang telah dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan II kurang optimal tanpa ada perbaikan lahan pertanian yang telah dibuat sejak tahun 2011 dan 2013.

Bacaan Lainnya

“Usulan sudah kami sampaikan ketika Musrenbang beberapa bulan lalu. Selain itu juga disampaikan kepada UPTD Pertanian di Kecamatan Katingan Kuala,” ujarnya Kamis (28/4).

Menurut dia, lokasi rehab irigasi yang dilaksanakan PT Indo Teknik Pembangunan berada di empat desa yakni Jaya Makmur, Makmur Utama, Bumi Subur dan Subur Indah. Sebagian lahan cetak sawah itu telah dikelola warganya bahkan telah panen. Namun, itu hanya separuh untuk lahan Desa Jaya Makmur, sisanya masih belum ada jaringan irigasi.

“Rehab saluran irigasi yang dikerjakan Kementerian PUPR akan kurang optimal tanpa ada rehabilitasi cetak sawah,” sebutnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Makmur Utama Imam Syafi’i yang menaruh harapan agar pelaksanaan rehab irigasi bersamaan dengan perbaikan areal cetak sawah. Lahan terdahulu telah berubah padang ilalang dan ditumbuhi pepohonan galam.

“Saya mendapat informasi, pekerjaan itu termasuk perbaikan areal cetak sawah, tapi kita tetap mengusulkan rehab itu,” katanya.

Untuk saat ini pihaknya masih fokus menyukseskan pekerjaan rehab saluran irigasi. Termasuk usulan lokasi tempat kegiatan itu supaya dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami sangat menyambut baik dengan berjalannya proyek perbaikan irigasi. Pekerjaan itu juga dilaksanakan pada lahan tidur dan lahan produktif. Produksi pertanian pasti akan meningkat dengan adanya irigasi modern itu,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan, Yossy mengatakan, untuk cetak sawah di lokasi itu bukan menjadi kewenangan instansinya. Pihaknya hanya mengusulkan
apa yang menjadi kebutuhan petani di tempat itu.

“Informasinya untuk tahun anggaran2022 dan 2023 belum ada dianggarkan cetak sawah di lokasi itu. Tapi kami tetap menampung apa yang menjadi keluhan petani,” sebutnya singkat.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait