Rantau, kalselpos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapin (BPBD) peringati hari kesiapsiagaan bencana tahun 2022 dengan membunyikan sirene secara bersama-sama dengan Instansi Pemerintah,BUMN/BUMD, Dunia Usaha, Organisasi/lembaga Masyarakat dan Relawan Se-Kabupaten Tapin Selasa (26/4) .
Membunyikan sirene secara serentak pada memperingati hari kesiapsiagaan bencana tahun 2022 .(dillah)
Puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana 2022 mengangkat tema “Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana”.
Tepat pukul 10.00 Wib, secara bersama-sama membunyikan sirene di tempat masing-masing selama 60 detik sehingga di wilayah Kabupaten Tapin terdengar bunyi –unyian pertanda ikut berpartisipasi dalam memperingati hari kesiapsiagaan bencana tahun 2022.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapin Sofyan mengatakan, memperingati hari kesiapsiagaan bencana tahun 2022 sesuai dengan Surat Edaran Bupati Tapin Nomor 360/042/BPBD-TPN/2022, tentang Hari kesiapsiagaan bencana (HKB) 2022.
Di dalam surat edaran tersebut diminta kepada seluruh masyarakat Tapin pada puncak HKB tanggal 26 April 2022 pukul 10.00, kita semua serentak memukul kentongan, membunyikan klakson, sirene, dan hal lain yang berkaitan dengan bunyi-bunyian selama beberapa 30-60 detik.
“Bunyi-bunyian tersebut, sebagai penanda tersirat adalah meningkatnya kita sebagai bangsa dalam menyikapi apabila tiba-tiba bencana hadir, “ katanya.
Dalam Peringatan Hari kesiapsiagaan bencana (HKB) 2022 selalu dirayakan setiap tahun, biasa hanya dalam sebuah serimonial atau perayaan, tahun ini lebih kepada untuk selalu mengingatkan kepada warga masyarakat untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana kalau terjadi kapanpun di manapun.
“Dibunyikannya tanda bahaya atau sirene selama satu menit tersebut mengandung maksud agar pemerintah, Dunia Usaha dan masyarakat Kabupaten Tapin selalu siap dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana yang bisa datang kapanpun, “ katanya.
Belajar dari sejarah kejadian bencana yang mengakibatkan kerugian, baik harta maupun nyawa, maka sudah seharusnya pemerintah, Dunia Usaha dan masyarakat Kabupaten Tapin bersama-sama berupaya melakukan antisipasi bencana untuk mengenal ancamannya agar dapat mengurangi risikonya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





