Penghasilan Pedagang Takjil di Pasar Ramadhan Meningkat dari Tahun lalu

Pedagang takjil di salah satu pasar ramadhan di Amuntai. (adiyat)(kalselpos.com)

Amuntai, kalselpos.com – Meski tidak disediakan lapak atau Pasar Ramadhan dari Pemerintah daerah Hulu Sungai Utara (HSU) di tahun ini, namun pedagang takjil musiman masih dapat dijumpai di beberapa lokasi.

Kendati Pandemi Covid-19 belum dinyatakan berakhir, namun geliat pasar takjil di HSU mulai terlihat mampu membangkitkan ekonomi masyarakat dengan ramainya pasar takjil.

Bacaan Lainnya

Muhammad Isnaini Kabid Perdagangan Diskuperindag HSU mengatakan tahun ini, sama seperti sebelumnya, pemerintah tidak menyediakan fasilitas untuk pasar ramadhan. “Namun, masyarakat masih bisa berjualan sendiri di berbagai lokasi,” katanya.

Seperti halnya, tempat di sudut Kota Bertakwa ini para pedagang takjil sudah mulai ramai dikunjungi pembeli.

Salah satu penjual aneka kue atau wadai yang menjual dagangannya di Jalan Empu Jatmika yaitu Ana Fitria, ia mengaku gembira bisa kembali berjualan takjil di bulan Ramadhan 1443 H kali ini.

“Alhamdulillah, tahun ini saya bisa berjualan dengan lebih tenang, dan untuk masyarakat pun lebih nyaman saat membeli makanan-makanan,” kemari.

Lebih lanjut fitriya mengakui, pada penjualan bulan ramadhan kali ini mengalami peningkatan hingga 30 persen dari tahun sebelumnya.

“Kalau tahun kami rasa untuk peningkatan penjualan sudah jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya, mungkin ada sekitar 30 persen kenaikannya,” ungkapnya.

Adapun berbagai penganan kue khas banjar yang ia jual seperti wadai srikaya, hula-hula, lapis india, sari muka, bingka kentang, bingka tapai, bingka tumis dan masih banyak lagi.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait