Katingan, kalselpos.com– Bupati Katingan Sakariyas meminta semua camat melakukan pendataan keberadaan jumlah pahlawan di wilayahnya masing-masing. Ia mengingatkan semua kepala wilayah jangan sampai melupakan jasa para pejuang, akibat ketidaktahuan.
“Harapan saya supaya camat melakukan pendataan yang selanjutnya disampaikan kepada Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti,” katanya saat meresmikan pemugaran makam pahlawan Minun Dehen di Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (24/3).
Sakariyas mengaku bangga menjadi warga Katingan yang memiliki banyak pahlawan. Di Kecamatan Katingan Tengah saja terdapat dua pahlawan, yakni Minun Dehen dan Haji Ikap. Untuk itu ia berpesan, makam Minun Dehen yang telah dipugar agar dirawat secara rutin.
“Jangan sampai kita seolah-olah lupa dengan jasa para pahlawan. Seperti Haji Ikap, saya pernah kesana, makamnya sangat sederhana. Dalam waktu dekat saya meminta instasi terkait melakukan pemugaran,” ujarnya.
Nilai-nilai perjuangan yang telah diberikan pahlawan, kata dia patut menjadi contoh. Mereka rela berkorban jiwa raga demi kemerdekaan bangsa.
“Mari kita meneladani dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara. Kita bersama-sama menjadi pahlawan masa kini mulai dari diri sendiri,” ulasnya.
Dia memberi apresiasi kepada T.T. Suan yang dikenal sebagai penulis buku sejarah perjuangan Minun Dehen. Tulisan tersebut memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang riwayat perjuangan para pahlawan di Kabupaten Katingan.
“Pengetahuaannya tentang sejarah perjuangan di Katingan cukup banyak. Kondisi yang bersangkutan saat ini sakit-sakitan karena usia yang telah uzur.
“Penulis buku Minun Dehen, yakni T.T. Suan juga seorang wartawan. Pengetahuaannya tentang Kabupaten Katingan sangat luas. Harapan saya perlu digali lebih mendalam dari yang bersangkutan tentang sejarah perjuangan Kabupaten Katingan,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Katingan juga menyampaikan bantuan kepada penyandang disabilitas berupa kursi roda, tongkat bantu tripod dan tongkat duduk. Bantuan itu berasal Kementerian Sosial RI yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Katingan.
“Bantuan akan terus diusulkan guna memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas di Kabupaten Katingan,” pungkasnya.
Dikutip dari berbagai sumber, Minun Dehen merupakan pejuang yang tewas ketika penyerbuan pasukan KNIL menuju Danau Mare, Desa Samba Bakumpai, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah.
Awalnya Minun Dehen tak terpilih sebagai pasukan guna mempertahankan area yang dikenal dengan sebutan Dayak Besar. Namun ia bersi keras menyusul pasukan tanpa membawa senjata.
Akhirnya diberi tiga buah granat tangan dan bersembunyi di atas sebatang pohon pinggir sungai Katingan. Ketika perahu KNIL merapat, Minun Dehen melempar sebuah granat, tapi luput. Tak pelak dirinya dihujani tembakan pasukan KNIL secara bertubi-tubi hingga sisa granat meledak dan mencabik-cabik tubuhnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





