Amuntai, kalselpos.com – Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai melakukan penandatanganan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Hal ini terkait, Pembelajaran Tahsin dan Tahfidz tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Aula Dinas Pendidikan setempat.
Dihadiri Kepala Disdikbud dan Kabid Pembinaan SMP, beserta Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Guru Tahsin-Tahfidz dari STIQ Amuntai, belum lama tadi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jumadi memberikan apresiasi dan support yang tinggi kepada pengajar Ustadz dan Ustadzah dari STIQ Amuntai atas terselenggaranya program Tahsin dan Tahfidz di SMP.
Terjalinnya kerjasama tersebut, dapat terus berlanjut sampai tahun-tahun yang akan datang baik tingkat SD dan SMA.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Ahadi Ilhami menambahkan, kegiatan tahsin dan tahfidz ini merupakan program bidang SMP yang sudah diadakan pada tahun 2019 bersama dengan pihak STIQ Amuntai.
“Alhamdulillah program ini tetap berlanjut sampai sekarang, hanya saja pada saat pandemi tahun kemarin anggaran untuk pelaksanaan program ini diadakan. Kami sarankan kepada pihak sekolah masing-masing mengalokasikan dana untuk agar pembelajaran ini tetap berlangsung,” kata Ahadi Ilhami.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tahsin dan tahfidz dan keagamaan ini, akan membentuk karakter siswa (i), saat ini sekolah SD, SMP dan SMA dinilai dikalangan masyarakat kurang baik karena merupakan sekolah umum.
“Jadi dengan adanya program tahsin dan tahfidz ini kami akan membuktikan bahwa disekolah umum juga pembelajaran keagamaan, tetap wajib sehingga tujuan pendidikan nasional itu adalah membentuk siswa menjadi manusia yang berakhlak dan memiliki keagamaan yang baik, program ini mungkin hanya ada di Kabupaten HSU,” tambahnya.
Ahadi menerangkan, pembelajaran ini sifatnya adalah seperti ekstrakurikuler. Pelaksanaanya dilakukan sebelum pembelajaran dimulai ataupun pembelajaran itu berakhir tatap muka.
“Kegiatan pembelajaran ini dimulai dari pagi, yaitu sholat dhuha berjamaah yang dilanjutkan membaca al-qur’an bersama dan dilanjutkan dengan pembelajaran pembiasaan keagamaan dan ini tentunya tidak mengganggu jadwal pembelajaran reguler,” pungkasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





