Banjarbaru, kalselpos.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi bagian sumber keuangan terbesar bagi pelaksanaan otonomi daerah. Hal ini menunjukkan bahwa PAD merupakan tolak ukur terpenting bagi kemampuan daerah dalam menyelenggarakan dan mewujudkan otonomi daerah, sehingga PAD mencerminkan kemandirian suatu daerah.
Hal tersebut dikemukakan salah satu praktisi bisnis dan hukum Kalimantan Selatan, Nur Wakib SH MM kepada kalselpos.com, Sabtu (19/3).
Menurutnya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran dalam mewujudkan kemakmuran daerah dengan memberikan kontribusi terharap Penerimaan PAD baik dalam bentuk deviden atau pajak. “Tantangan meningkatkan PAD salah satunya dengan meningkatkan peran dan kontribusi BUMD di Kalsel,” ujarnya.
Wakib mengharapkan, tata kelola perusahaan daerah pasar harus dilakukan dengan berbagai upaya dengan prinsip yang tepat agar lebih optimal melakukan otonomi daerah yang dapat meningkatkan PAD.
Dari dulu, beber Wakib, kekuatan PAD dari pendapatan PD Pasar menjadi salah satu prioritas, namun seiring waktu, perubahan zaman dan gaya hidup masyarakat urban dan milineal, maka pasar tradisional dikalahkan oleh pasar modern, mall, begitu banyaknya masyarakat urban yang memilih berbelanja di mall pasar modern sehingga menyebabkan pasar tradisional hampir bukan menjadi pilihan lagi.
“Sayangnya pemerintah daerah tidak mengambil kesempatan tersebut yang akhirnya mall atau pasar – pasar modern di bangun dan di miliki oleh pihak swasta,” gumamnya
Wakib berujar, seandainya Pasar Modern atau Mall tersebut di bangun oleh Pemerintah Daerah maka pemerintah daerah lah yang akan menikmati pendapatan dari pasar modern tersebut yang tentunya bukan hanya dari PD Pasar tradisional saja.
Peran Perusda atau BUMD menurut Wakib sangatlah vital dan kepala Daerah wajib jika ingin memilih atau menunjuk Dirut BUMD haruslah orang yang mengerti bisnis dan juga harus visioner, agar daerah mendapatkan keuntungan dari BUMD yang tentunya akan berdampak kemampuan daerah dalam menyelenggarakan dan mewujudkan otonomi daerah secara mandiri dan PAD suatu daerah mencerminkan kemandirian daerah tersebut.
“Kita bisa melihat BUMD DKI yang telah membangun taman impian Jaya Ancol, dan ada kerjasama dengan Taman Mini Square, serta Apartemen Pejaten Villalage, ini menunjukkan bahwa BUMD DKI berpikir jauh ke depan untuk memajukan peran perusahaan daerahnya dan semoga hal ini bisa diikuti oleh Kepala Daerah di seluruh Indonesia khususnya Kalimantan Selatan, agar berusaha untuk membangun daerah dan meningkatkan pendapatan daerah lewat perusahaan daerah,” tegasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





