Banjarbaru, kalselpos.com – Seiring makin menjamurnya Cafe di Kalimantan Selatan (Kalsel), membuat permintaan biji kopi sangat tinggi. Melihat hal tersebut, Dinas Perkebuhan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel gencarkan penanaman kopi di provinsi berjuluk ‘Bumi Lambung Mangkurat’ itu.
Tidak saja untuk memenuhi kebutuhan lokal, kopi juga digadang-gadang akan menjadi komoditi ekspor andalan Banua.
Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi mengungkapkan, di tahun 2022 ada tiga kabupaten yang dijadikan sentra pengembangan kopi yaitu Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Tabalong untuk andalan komoditi ekspor masa depan.
Pengembangan dilakukan dalam aksi bertajuk “Gertak” alias gerakan tanam kopi. Pada akhir Januari 2022 lalu, Gertak sudah dimulai di Kabupaten HST.
“Kita tanam kopi jenis Robusta di kawasan pegunungan Meratus Kecamatan Hantakan dengan luas 10 hektar,” beber Suparmi kepada kalselpos.com, belum lama tadi.
Wanita energik yang ramah namun tegas itu membeberkan, selain di HST, pengembangan kopi juga dilakukan di Batola dengan jenis Liberika seluaa 10 hektar dan Tabalong 8 hektar.
“Pengembangan kopi adalah program prioritas daerah selain komoditas unggulan lainnya seperti kelapa sawit dan karet. Aksi kali ini juga merupakan dukungan untuk kegiatan tiga kali lipat ekspor, baik itu melalui peremajaan, perluasan dan intensifikasi tanaman kopi,” cetusnya.
Luas tanaman kopi di Kalsel, beber Suparmi, hampir 3000 hektar dengan jumlah produksi lebih dari satu ton per tahun. “Jumlah produksi masih jauh dari cukup untuk memenuhi permintaan pasar,” ujarnya.
Upaya yang kita lakukan dalam pengembangan kopi, lanjut Suparmi, diantaranya dengan pola jarak tanam ganda pada tanaman karet dengan melalukan diversifikasi integrasi, mengindentifikasi lahan-lahan potensial serta melakukan bimbingan teknis budidaya dan pengolahan kopi.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





