Pelaihari, kalselpos.com – Dipindahnya ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Banjarmasin ke Banjarbaru disambut gembira salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Tanah Laut (Tala) H Dony.
Menurut Ketua LSM Aliansi Indonesia Cabang Tala itu, Kota Banjarmasin yang dikelilingi banyak sungai diperlukan perlakuan khusus dan dana besar untuk merawatnya. “Sungai di Banjarmasin ada yang puluhan tahun tak dikeruk, sehingga butuh dana besar untuk kembali merevitalisasi atau menormalisasi dalam menangkal banjir, kondisi Banjarmasin yang merupakan daerah rawa butuh perlakuan khusus ini karena kondisi sungai termasuk jaringan anak sungai sudah lama sakit,” ujar Dony kepada kalselpos.com, Kamis (10/3).
Diutarakannya, pembangunan rumah panggung di Banjarmasin tidak lagi bisa diterapkan, karena wilayah sungai atau anak sungai sudah kian menyempit akibat pemukiman warga. “Jadi sangatlah tepat jika ibu kota Provinsi Kalsel di pindahkan ke Banjarbaru,” ucapnya.
Dony mengatakan, perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur diperkirakan akan memberikan dampak terhadap penambahan jumlah penduduk di Kalimantan. Salah satunya di Kalsel sebagai salah satu gerbang IKN yang baru.
Lalu apa dampaknya bagi Kabupaten Tanah Laut setelah Kota Banjarbaru menjadi ibu kota provinsi Kalsel?.
Menurut putra mantan Ketua DPRD Tala tahun 70-an, Mayor Affandie itu, kuncinya ada pada Bupati Tanah Laut yang saat ini dijabat Sukamta. “Tinggal apakah mampu seorang bapak Sukamta selaku Bupati Tala mengambil kesempatan tersebut, baik mengambil kesempatan Kalsel selaku daerah penyangga IKN, maupun Kabupaten Tala sebagai daerah penyangga Ibu kota Provinsi Kalsel yang akan berpindah ke Banjarbaru,” ujarnya.
Jika kesempatan tersebut bisa di ambil oleh kepala daerah dan anggota legislatif Kabupaten Tala, maka menurut Dony, tidak menutup kemungkinan kabupaten Tala akan maju dan berkembang, mengingat lahan di Tala kebanyakan lahan keras sebagaimana lahan di kota Banjarbaru dan jarak tempuh dari Banjarbaru ke Tala kurang lebih hanya satu jam.
“Bapak Sukamta harus menggalakkan pembangunan sebagai pendukung atau penyangga ibu kota provinsi dan juga Kabupaten Tanah Laut sebagai daerah industri Jorong. Kemudian dengan adanya Pelaihari City Mall tentunya sangat membantu mewujudkan hal tersebut,” cetusnya.
Kabupaten Tanah Laut, lanjut Dony, adalah kabupaten yang modern bukan kabupaten yang tertinggal dan kabupaten Tanah Laut adalah daerah yang nyaman buat tempat tinggal dengan fasilitas publik yang lengkap.
“Dengan banyaknya yang mau menetap dan bertempat tinggal di Kabupaten Tanah Laut, maka sangat bagus untuk meningkatkan sektor perekonomian di kabupaten berjuluk ‘Bumi Tuntung Pandang’ itu,” tukasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





