Keracunan Massal Di Pulau Alalak dan Pulau Sewangi diduga akibat Bakteri

Suasana Rumah Sakit Anshari Saleh saat korban keracunan massal dirawat.Jaelani Hasan(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Teka-teki kasus keracunan massal yang menimpa puluhan warga pulau Alalak dan pulau Sewangi pekan lalu, mulai menemui titik terang.

Sebelumnya, puluhan warga pulau Alalak dan pulau Sewangi menderita keracunan massal setelah menyantap hidangan acara hajatan dan haul yang diselenggarakan salah seorang warga sekitar. Imbasnya, warga yang keracunan harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit yang ada di kota seribu sungai.

Bacaan Lainnya

Mereka mengalami pusing dan muntah beberapa jam berselang. Kebanyakan warga yang mengalami gejala ini adalah anak-anak dan perempuan.

Sekitar beberapa jam dirawat dan dinyatakan sudah stabil, mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, keesokan harinya.

Dari hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kalimantan Selatan di Banjarmasin, keracunan tersebut diduga disebabkan adanya bakteri yang terkandung didalam sampel makanan yang diambil. Sampel ini diambil petugas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banjarmasin dan Puskesmas Berangas setelah kejadian. Adapun makanan yang diperiksa antara lain soto dan sop.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel, keracunan makanan tersebut disebabkan bakteri,” papar Kapolres Batola, AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif, melalui Kasat Reskrim AKP Setiawan Malik, Sabtu (5/3/2022).

Kendati begitu, Setiawan Malik mengatakan perlu adanya tes mikrobiologi untuk mengetahui jenis bakteri yang terkandung dalam makanan tersebut. Dirinya memprediksi perlu waktu seminggu lagi untuk mengetahui lebih jelas.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait