Untuk menyakinkan arisan online, para korban yang sudah mentranfer, sebagai tanda terima, Lulu mengeluarkan sebuah kwitansi bukti pembayaran.
“Saya kenalnya lewat IG. Tapi dia juga kaka kelas suami saya. Saya percaya karena dia selebgram, terkenal dan melihat gaya hidupnya yang mewah. Jadi tidak menyangka kalo dia menipu,” tutur Tila, warga Jalan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Tila mengaku mengikuti arisan online yang dijual oleh Lulu pada tahun 2019. Awalnya semua berjalan normal, arisan miliknya dicairkan oleh Lulu sebagaimana mestinya,
Tepat pada Agustus 2019, dua slot arisan miliknya tak lagi dibayarkan oleh Lulu.
Bukan cuma Tila, ternyata banyak korban lainnya.
Mereka sempat bertemu dengan Lulu pada Februari 2020 dan berjanji akan mencicil sebagai itikad untuk mengembalikan uang para korbannya.
“Nilainya semua 18 jutaan rupiah. Sempat dicicil pada bulan Maret 2020. Jadi tinggal Rp11,7 juta yang belum dibayar,” jelas Tila.
Kemudian Lulu berjanji akan melunasi semua uang kliennya setelah asetnya terjual. Namun hingga kini ujar Tila, Lulu tidak pernah lagi ada itikad baik untuk menyelesaikannya.
Bahkan komunikasi terakhir ujar Tila, terjadi pada bulan September 2020. “Setelah itu tidak pernah ada respon sama sekali,” ucapnya.
Dari data yang disampaikannya, ada 28 orang tergabung di dalam grupnya yang menjadi korban Lulu, dengan total kerugian sebesar Rp365 juta.
Diungkapkan Tla, korbannya tidak saja dari Banjarmasin. Namun beberapa juga terdata sebagai warga Banjarbaru hingga Tabalong.
Sementara itu ,Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi yang ditemui awak media, menyebut pihaknya sudah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian ini.
“Ada 28 orang yang datang ke kita untuk melaporkan. Untuk jumlah kerugian masih kami hitung,” ujarnya.
Kasat menyebut, jika Lulu juga pernah tersandung kasus serupa beberapa saat lalu. Namun saat itu dilakukan mediasi.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





