Gelar mimbar Bebas, ratusan Mahasiswa tak Terima kasus dugaan Perkosaan oknum Polisi

[]istimewa TEMUI MAHASISWA - Kasi Penkum Kejati Kalsel, Romadu Novelino saat melakukan dialog dan berdiri di tengah - tengah mahasiswa, Kamis (27/1/22) siang.(s.a lingga)(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Meski sempat diguyur hujan, aksi solidaritas ratusan mahasiswa terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dialami oleh satu mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), tetap berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, Jalan DI Panjaitan, Kamis (27/1/22) siang.

“Benar kami hari ini melaksanakan aksi, kali ini tidak hanya melibatkan mahasiswa FH, tetapi juga melibatkan fakultas lain, dan beberapa universitas,” ungkap Andi, koordinator lapangan Aksi Solidaritas Mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Terpantau sekitar pukul 13.00 Wita, ratusan mahasiswa sudah memadati Kantor Kejati Kalsel, dan di bawah terik matahari mereka berorasi.

Orasi tersebut ditujukan kepada institusi Polri, karena merasa tidak terima, atas kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum Satresnarkoba Polresta Banjarmasin.

Mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalsel, Kasi Penkum Kejati setempat, Romadu Novelino sempat melakukan dialog dan berdiri di tengah – tengah mahasiswa.

Setelah sekitar satu jam melakukan aksi, 10 perwakilan mahasiswa akhirnya diperkenankan berdialog khusus terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum Polri tersebut.

Dalam dialog khusus tersebut, juga dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyidangkan kasus dugaan perkosaan oleh oknum polisi tersebut.

Hasilnya, ucap Romadu Novelino, semua pertanyaan mahasiswa terkait proses di kejaksaan hingga ke pengadilan, dapat terjawab.

Terlepas itu, Romadu Novelino mengaku, mengapresiasi aksi solidaritas mahasiswa yang berjalan damai dan tertib.

“Ini juga jadi bukti, jika mereka (mahasiwa, red) mampu menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi terhadap rekan mereka,” sebutnya.

Tak berapa lama kemudian, dan persis saat azan shalat Ashar berkumandang, para mahasiswa akhirnya berangsur membubarkan diri.

Sebelumnya, ketua BEM Fakultas Hukum ULM, Andika saat berorasi di mimbar bebas, menyebutkan jika kedatangan mereka tersebut untuk menuntut keadilan, berkaitan kasus pemerkosaan yang dialami oleh mahasiswi semester 7, yang satu almameter dengannya.

“Kami ke sini untuk menuntut keadilan terhadap saudari kami, yang menjadi korban pemerkosaan saat melakukan magang di Polresta Banjarmasin,” ujar Andika.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait