Bakeuda Kalsel sayangkan hanya ada satu mobil mewah berplat DA

Kantor Bakeuda Provinsi Kalsel. (anas aliando)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Kabar kurang bagus datang dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ternyata, dari puluhan buah mobil mewah yang wara-wiri mengaspal jalan di wilayah Kalsel, hanya ada satu yang berplat nomor wilayah Kalsel (DA). Selebihnya, bernomor plat luar.

Bacaan Lainnya

Akibatnya, pajak kendaraan bermotor (PKB) yang mestinya melimpah masuk ke kantong daerah, akhirnya nihil.

Plt Kepala Bidang Pendapatan Daerah Bakeuda Kalsel, Deddy Shandi kepada kalselpos.com di Banjarbaru, Senin (17/1) mengungkapkan, mobil mewah satu-satunya berplat DA itu berjenis Lamborghini dengan tahun pembuatan terbilang anyar, 2018.

Shandi menyebut, nilai pajak yang disetorkan mobil mewah itu mencapai Rp128.627.300. “Pemprov Kalsel juga meraup untung saat mobil itu melakukan balik nama dari daerah asal luar Kalsel. Nilainya mencapai Rp1 miliar. Dari catatan kami, hanya mobil ini yang berplat DA, dan menjadi pemasukan kas daerah dari PKB nya,” ujarnya.

Shandi pun menyayangkan para pemilik kendaraan mewah itu tak melakukan balik nama dengan berplat nomor Kalsel. Padahal, mobil-mobil mewah ini dioperasikan di Kalsel. “Kan sayang kalau pajaknya masuk ke provinsi lain. Kita tak dapat apa-apa,” imbuhnya.

Dia menyebut, di Kalsel ada sekitar 20 unit mobil mewah dengan plat nomor luar dengan potensi PKB nya sangat besar jika masuk kas daerah. “Belum lagi jika balik nama yang potensi pemasukannya bertambah besar. Tentu kami sangat menyayangkan ini,” gumamnya.

Shandi mengungkapkan, ternyata bukan hanya mobil mewah, tapi motor gede (moge) masih banyak yang berplat luar Kalsel. Padahal moge juga mengaspal di Kalsel.

“Ini berhubungan dengan kesadaran dan keikhlasan. Kalau mau untuk membangun banua, harusnya pajaknya bayar di sini,” ucapnya.

Shandi mengungkapkan, kenapa mobil mewah dan moge masih ogah berplat DA, ternyata sebagian ada yang beranggapan plat luar Kalsel memiliki prestise dan bila dijual harganya lebih tinggi, maka banyak yang enggan melakukan balik nama.

Ada juga yang menganggap ketika dijual harganya akan anjlok. Padahal nilai jual sesuai kondisi kendaraan dan tahun pembuatan,” tandasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait