Amuntai, kalselpos.com – Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) beberapa waktu lalu melaksanakan salat hajat dan syukuran peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-76 di Aula Kemenag setempat.
Dalam Rangkaian Kegiatan diawali dengan Shalat Dzuhur Berjamaah, kemudian shalat hajat yang diimami KH. Saberan Effendi, dilanjutkan dengan Pembacaan Surah Yasin dan Shalawat kamilah dengan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati HSU H Husairi Abdi, Lc bersama Alim Ulama, ASN Lingkup KanKemenag HSU dan Pensiunan.
Husairi Abdi menghimbau ke para Penyuluh Agama di Kantor Kementerian Agama Kabupaten HSU untuk terus mensiarkan ke masyarakat tentang kehidupan yang rukun antar umat beragama.
Selaku pimpinan daerah dan menghimbau kepada masyarakat, agar selalu menjaga kondisi keberagamaan yang kondusif seperti sekarang ini.
“Jagalah kondisi seperti ini. Jangan sampai ada paham – paham yang lain yang ekstrim masuk ketempat kita yang menyalahi aturan aturan agama,” katanya.
Dengan adanya partisipasi, semua pihak tentunya para Penyuluh Agama, MUI berperan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan masuknya paham – paham yang ekstrim.
“Disitulah partisipasi kalian, sekalian apalagi dengan penyuluh agama yang ada di Kantor Kementerian ini agar selalu memberikan pengertian kepada masyarakat kita,” imbuhnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten HSU H Ahmad Rusyadi menjelaskan, pada rangkaian syukuran HAB ke-76 Kementerian Agama tahun ini akan terus melakukan pelayanan yang terbaik bagi umat.
“Dalam rangka kami melayani umat memberikan pelayanan terbaik maka tahun 2020 sampai 2024 ada program strategis dalam rencana strategis memberikan pelayanan kepada umat kemenag,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satunya program yang pertama adalah, kaitannya dengan moderasi beragama tahun 2022 dan kemarin dilakukan launching moderasi beragama tentang tahun kerukunan atau tahun moderasi.
“Dengan kita berdoa, semoga khususnya di Indonesia kita hidup berdampingan bersama dengan keberagaman agama yang diakui oleh negara kita, dapat berdampingan dan hidup rukun dan damai di bawah negara kesatuan RI,” katanya lagi.
Kedua ialah, transformasi digital yang dimana itu juga merupakan rencana strategis kementerian agama dalam hal pelayanan yang diberikan khususnya di kementerian agama.
“Memang ada layanan – layanan pendidikan di madrasah maupun di pondok pesantren, tetapi selama ini kita terkendala dalam memberikan layanan di madrasah maupun di pondok pesantren, salah satunya proses pembelajaran karena kita masih dalam suasana pandemi Covid 19,” pungkasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





