Banjarbaru, kalselpos.com – Permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin mengalami peningkatan dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Petugas mencatat rata-rata sebanyak 20 sampai 30 pemohon dalam sehari. Padahal, pada periode Maret sampai September 2021 permohonan pembuatan paspor hanya sekitar 10-15 permohonan.
“Tapi jumlah ini masih jauh dibanding sebelum pandemi. Kala itu, total permohonan paspor mampu mencapai 150 per hari. Perlu diakui memang, pandemi ini sangat berpengaruh,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Sahat Pasaribu.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemohon dokumen keimigrasian, pihak Imigrasi Banjarmasin, menyiapkan seluruh personelnya. Pihaknya juga memiliki inovasi berupa layanan Eazy Passport atau sistem jemput bola.
Eazy Passport adalah pelayanan paspor yang dilaksanakan di luar kantor dan menuju lokasi pemohon dengan menggunakan mobil layanan paspor keliling dan/atau mobile unit Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI).
Selain itu, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin juga bekerjasama dengan Pemda untuk menghadirkan layanan pengurusan paspor di Tapin dan Balangan.
“Ini sebagai komitmen kami untuk memastikan layanan keimigrasian di Kalimantan Selatan tetap berjalan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pemohon paspor Heriyati menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan oleh petugas. Warga Banjarmasin yang hendak bepergian ke Turki itu mengaku proses dan prosedur yang dijalani sangat mudah, sehingga ia tidak mengalami kesulitan.
“Selama pandemi kan saya tidak kemana-mana, jadi paspor saya mati. Alhamdulillah prosesnya sangat mudah, dan pelayanan yang diberikan membuat saya nyaman,” ungkapnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





