Ratusan ribu pohon cabai mati terendam

Lahan perkebunan cabai milik petani di Desa Antasan Segera, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola mati akibat terendam air.(ist)Ibrahim(kalselpos.com)

Marabahan, kalselpos.com – Dampak tingginya curah hujan disertai adanya banjir kiriman dari wilayah Kabupaten Banjar, tidak hanya merendam kawasan pemukiman warga, namun juga ratusan ribu pohon cabai di Desa Antasan Segera, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) terendam.

Akibatnya warga mengalami kerugian dan parahnya lagi untuk bercocok tanam padi lokasi untuk tahun depan tidak bisa dilakukan, hal ini dikarenakan tidak ada tempat untuk penebaran benih padi.

Bacaan Lainnya

Warga Antasan Segera, Firman mengatakan lahan cabai sudah terendam selama 2 pekan dan hanya sempat 1 kali merasakan harga jual tinggi dan kini kondisi tanaman cabai semuanya mati.

Kades Antasan Segera Syahrul Rahman mengatakan 40 persen warganya merupakan petani cabai dan sebagian besar mengalami kegagalan.

Dia juga mengungkapkan untuk bercocok tanam padi lokal dipastikan tidak bisa akibat lahan persawahan terendam.

“Agar kembali ke status desa berkembang setelah kembali ke desa tertinggal kami berharap pihak pemerintah kabupaten bisa membuatkan tanggul di lahan pertanian,” tukasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait