Rantau, kalselpos.com – Keberhasilan Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyulap desanya dari bekas pertambangan galian C jenis pasir, dijadikan sebuah desa wisata hijau, membuat Pemerintah Kabupaten Tapin dibawah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa membawa pemerintahan kecamatan dan desa, ingin menimba ilmu dari pengalaman dari desa setempat.
Program yang di kemas dalam kaji tiru didukung penuh oleh CSR PT Antang Gunung Meratus dengan membawa para camat dan kepala desa untuk berkunjung dan melihat langsung, dengan harapan dapat menginspirasi untuk bisa di terapkan di wilayah desa masing-masing dalam menggali potensi wisata sesuai kondisi dan wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab Tapin Rahmadi mengatakan kaji tiru ini untuk menjadi pengalaman kami untuk menggali potensi yang ada di desa setempat.
Menurutnga desa ini, sudah luar biasa karena sudah menjadi unggulan destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat, tentunya dapat menjadikan pembelajaran bagi kami di Kab Tapin maupun Hulu Sungai Selatan.
“Kami bersama kepala desa di Dua Kabupaten ingin belajar dalam pengelolaan wisata desa di sini, yang sudah sukses menyulap bekas pertambangan galian ci tambang pasir menjadikan sebuah wisata hijau, “katanya.
Pihaknya berharap setelah ini para dapat menggali potensi untuk dapat dijadikan wisata sesuai wilayah desa masing masing.
Kepala Desa Bilebante Rokyatlwaudin mengatakan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada rombongan Kab Tapin dan HSS menjadi desa kami menjadi tujuan study tiru.
“Pengembangan desa kami ini berawal dari komitmen dan tekad yang kuat dari masyarakat kami, untuk menjadikan sebuah kawasan hijau, dari wilayah bekas galian C tambang pasir menjadi sebuah desa wisata, “ungkapnya.
Dengan menjadikan desa wisata, dapat mensejahterakan dan memberikan peluang menyerap tenaga kerja lokal di desa dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki desa
“Pengembangnan desa wisata dengan melibatkan memberdayakan kelompok sadar wisata pokdarwis, “ujarnya.
Dikatakannya bahwa saat ini masih dalam pandemi cobod 19 keberadaan paaar pancing masih sepi pengunjung dan juga dalam renovasi agar di tata lebih baik, direncakan kalau covid berakhir pada bulan januari 2022 kembali beroperasi untuk masyarakat umum.
Ditambakannya sebelum covid kumjungan wisata ramai pada hari sabtu dan minggu dan di dukung dengan keberadaan home stay bagi pengunjung yang datang dari jauh.
Sementara CSR Superintendent Syamsul Bahri mengatakan, study ini program CSR PT Antang Gunung Meratus melalui program pemberdayaan masyarakat di lingkungan operasional perusahaan bersama camat dan kepala desa di Kab Tapin dan Hulu Sungai Selatan dengan tujuan untuk menambah wawasan dari camat kepala desa dan pemberdayaan masyarakat desa khusunya dalam mengembangkan potensi desa wisata yang mendukung perekonomian desa.
“Kita berharap agar para kepala desa melihat langsung bagaimana kondisi dan pengelolaan desa wisata tersebut, menggali informasi dan bisa langsung sharing dengan pemerintah desa yang mengelola obyek-obyek wisata, sehingga dapat diambil di tiru untuk dikembangkan di wilayah desa masing-masing, “pungkasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





