Banjarbaru, kalselpos.com– Hampir setengah bulan sudah, banjir akibat air laut pasang atau rob melanda kawasan pesisir Kalimantan Selatan.
Rob juga merendam kawasan permukiman di bantaran sungai di wilayah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala.
Akibat rob, aktivitas masyarakat jadi terhambat. Ketinggian air rob di Kota Banjarmasin bervariasi antara 30 – 50 Cm.
Rob yang terjadi di penghujung tahun 2021 ini, menurut catatan kalselpos.com merupakan yang tertinggi sejak 30 tahun terakhir.
Apakah rob yang makin meninggi merupakan indikasi adanya kerusakan lingkungan di kawasan pesisir yang makin parah ?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana mengungkapkan, rob yang terjadi di pesisir Banua, ini merupakan isu global dan banyak faktor penyebabnya.
Hanifah menyebut, salahsatu penyebab rob makin tinggi karena kawasan pesisir belum maksimal dilakukan penanaman mangrove.
Karena itulah, dia mendorong agar semua pihak bisa perduli dengan melakukan penanaman mangrove.
Namun sayangnya, selama ini yang melakukan penanaman mangrove hanya Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel saja karena disokong anggaran.
Sementara Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel tidak ada secara khusus menganggarkan untuk penanaman mangrove.
“Di tempat kami tidak ada sama sekali narasi anggarannya. Kami hanya ikut berkegiatan melakukan penanaman mangrove bersama Dishut,” ujar Hanifah Dwi Nirwana kepada kalselpos.com, di Banjarbaru, Senin (13/12/2021) siang.
Dia menyebut, untuk kawasan garis pantai bukan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup melakukan penanaman mangrove, namun kawasan tersebut kewenangan Dinas Kelautan dan Perikanan.
“Kami punya tugas dan tanggungjawab juga untuk menjaga lingkungan di pesisir. Mungkin kita akan melakukan upaya penanaman di kawasan mangrove yang menjadi kewenangan kami,” ujarnya.
Hanifah mengungkapkan, untuk target penanaman mangrove di tahun 2022 belum ada. Namun Dinas Lingkungan Hidup Kalsel tetap berkegiatan untuk penanaman meskipun tidak ada anggaran ternarasikan di dalam APBD.
“Untuk penanaman mangrove di 2022 belum ada. Namun kami berkegiatan untuk penanaman meskipun tidak ada anggaran ternarasikan di dalam APBD.
Kami akan giat penanaman dengan teman – teman Dishut. Ada target juga untuk percepatan penanaman mangrove,” ucapnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





