Harga Cabai Naik, Petani Malah Merugi Gara-gara Cabai Mereka Banyak yang Mati

Salah seorang petani cabai, Armainsaat berada di kebun cabai miliknya. (ibrahim)kalselpos.com)

Marabahan, kalselpos.com– Tingginya air pasang sungai disertai curah hujan di wilayah kabupaten Batola, selama satu pekan lebih mengakibatkan tanaman cabai di sejumlah wilayah Kecamatan, terdampak terendam banjir air pasang disertai curah hujan tinggi.

Adapun wilayah kecamatan terdampak banjir salahsatunya wilayah Kecamatan Mekarsari Kabupaten Batola. Tepatnya dirasakan petani cabai di Desa Jelapat 2, senin ( 13/12)

Bacaan Lainnya

Salah seorang petani cabai, Armain mengatakan, tanaman cabai miliknya serta petani lainnya, banyak mati akibat terendam air pasang yang cukup tinggi disertai curah hujan tinggi sehingga mengakibatkan tanaman cabai dan berbagai tanaman sayuran siap panen terendam, katanya Armain.

” Sangat disayangkan pada saat harga cabai mulai naik hingga mencapai 50 ribu perkilonya, dari sebelumnya hanya 20 ribu perkilonya. Sementara tanaman cabai mati akibat terendam air selama kurang lebih 10 hari ,” jelasnya Armain.

Disampaikanya, mereka belum sempat merasakan harga jual cabai yangmana mengalami kenaikan, meskipun tanaman cabai bukan sumber mata pencaharian utama selain bercocok tanam padi, namun setidaknya hasil dari tanaman cabai diharapkan bisa memenuhi keperluan sehari-hari sebelum mendapatkan hasil panen padi.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait