Banjarbaru,kalselpos.com– Ekonom Ahli Kelompok Perumusan Kekda Wilayah dan Provinsi Bank Indonesia (BI) Kalsel, Dadi Esa Cipta mengatakan, pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 menjadi salah satu kebijakan BI untuk mendorong pelaku UMKM menuju digitalisasi.
“Di masa pandemi, yang paling terdampak adalah UMKM. Kita mendorong bagaimana ekonomi keuangan digital lebih berkembang lagi membatu UMKM,” ujar Dadi kepada wartawan disela kegiatan Refreshment Wartawan BI Kalsel di salah satu hotel ternama di Banjarbaru, Sabtu (4/12/2021).
Dadi menyampaikan, kebijakan yang pro UMKM sangat tepat, guna percepatan pemulihan ekonomi. Hal ini mengingat besarnya jumlah UMKM yang ada di Indonesia dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dia menyebut, Kemenkop UKM mencatat, sebelum terjadinya pandemi Covid-19, jumlah unit usaha terbesar di Indonesia adalah UMKM mencapai 99,99 persen dengan total 64,2 juta unit usaha. Sedangkan usaha besar hanya 0,01 persen dengan jumlah 5,550 unit usaha.
“Dari segi penyerapan tenaga kerja, UMKM telah menyerap 97 persen dengan total 116,98 juta tenaga kerja. Adapun usaha besar menyerap 2,95 persen dengan total 3,62 juta tenaga kerja,” bebernya.
Dalam hal kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional, lanjut Dadi, UMKM mencatkan 61,1 persen pertumbuhan domistik bruto (PDB) dengan 8.573,9 triliun. Adapun usaha besar 38,9 persen PDB dengan total 5.464,7 triliun.





