Datangi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, LSM sebut proyek Jalan Liang Anggang dikerjakan Asal – asalan

[]anas BENTANGKAN SPANDUK - Pentolan LSM Kalsel membentangkan spanduk di depan Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel, Kamis (2/12/21) siang. (kalselpos.com)

“Jangan sampai rakyat Kalsel dikorbankan dengan adanya proyek. Hampir setiap hari ada yang kecelakaan. Satker  supaya dievaluasi. Kita melihat balai jalan, ini setelah  ada proyek, tidak ada lagi pengawasan dan kontrol,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Ali juga mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel, agar  yang mengerjakan proyek bekerja secara benar memperbaiki jalan yang ada di Banua, Jangan sampai kontraktor  hanya mencari keuntungan semata.

“Tidak mungkin mereka (Balai Jalan)  tidak tahu, kecuali mereka ‘guringan’. Jalan Liang Anggang sampai batas Kota Pelaihari dikerjakan  secara asal – asalan, alat yang digunakan sudah tua semua. Proyek itu dikerjakan PT NP,  kontraktor luar yang selalu menang proyek di balai -balai jalan,” bebernya.

Ali menyebut, pekerjaan  tidak sesuai apa yang mereka  lihat di lapangan. Kerja di sub-kan kepada pengusaha lokal yang punya alat tidak sesuai dengan apa yang mereka usulkan waktu penawaran.

“Kita minta perusahaan ini di “black list”. Perusahaan gagal jangan lagi bekerja di Kalsel karena tidak becus. Kalau balai jalan tidak melakukan upaya pengawasan, kita akan demo setiap hari di balai jalan. Kita beri waktu sampai akhir tahun,” tegas Aliansyah.

Secara terpisah, Kepala Tata Usaha Balai Pelaksanaan Jalan Kalsel, Ibrahim mengucapkan terima kasih atas masukan yang disampaikan LSM KPK-APP.

“Ini sebagai masukan dan perhatian kami supaya kinerja jajaran balai jalan dalam menuntaskan program pembangunan, agar lebih baik lagi. Ini kami jadikan acuan pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Ibrahim berjanji, masukan dari
LSM akan segera disampaikan kepada Kepala Balai yang kebetulan sedang tidak berada di tempat.

 

Ditanya soal alat yang disebut sudah banyak yang usang dan sudah tidak laik pakai lagi, Ibrahim berjanji akan melakukan koordinasi dengan satker untuk selanjutnya melakukan telaahan.

“Kalau ditemukan alat tidak layak, akan menjadi konsennya mereka (satker). Tim kami selalu bekerja. Saat ini cuaca ekstrem. Pekerjaan yang bersifat urukan otomatis tergenang kala hujan,” ucapnya.

Ibrahim mengakui, menurut pengamatan balai jalan, pengerjaan Jalan Liang Anggang tersebut sedikit tidak sesuai harapan, karena pengerjaan di musim hujan.

“Secara visual di lapangan, progresnya masih belum menggembirakan,” tukasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait