Untuk pembiayaan APBD dianggarkan sebesar Rp.85,921,404,773 atau 4,98% dari total RAPBD yang terdiri dari penerimaan pembiayaa’ dan pengeluaran pembiayaan bersumber dari penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah yang diterima kembali dari tahun sebelumnya yakni kegiatan produktif usaha pertanian melalui pemberian pinjaman jangka pendek terhadap lembaga usaha ekonomi perdesaan sebesar RP.5,000,000.
Sedangkan untuk pembiayaan struktur permodalan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan penyertaan modal pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar
Rp.1,000,000,000.
“Saya juga menyampaikan bahwa, pada RAPBD tahun anggaran 2022 ini terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran sebesar Rp 188,300,704,000,” tandasnya.
Acara diakhiri dengan penyerahan rancangan Raperda kepada Ketua DPRD Kotabaru dan penandatangan.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





