Banjarbaru, kalselpos.com – Lahan persawahan produktif di Kabupaten Banjar dan Batola terus berkurang. Lahan dijadikan lokasi perumahan dan pergudangan. Produktivitas pangan di Kalsel pun terancam.
Masifnya alih fungsi lahan tersebut diduga akibat mudahnya perizinan yang diberikan pemkab kepada developer pengembang perumahan.
“Pemkab terkesan mudah sekali memberikan izin untuk pengembang perumahan. Padahal tidak semudah itu. Pemprov tidak bisa berbuat apa – apa, karena izin ada di kabupaten,” ujar Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel Syamsir Rahman kepada kalselpos.com, akhir pekan tadi.
Dia menyebut, memang ada aturan lahan pertanian yang dikomersilkan bisa diganti dengan lahan lainnya. Untuk 1 hektar lahan pertanian yang dikomersilkan, diganti dengan 4 hektar lahan di daerah lainnya.





