Hal itu ia sampaikan melalui penasihat hukumnya, dengan memasukan laporan ke Polres HSU.
Dari video yang beredar, berdasarkan pengakuan Munawari di dampingi kuasa hukumnya, menyampaikan, selaku orangtua dirinya tidak menerima atas meninggalnya itu.
Bukan tanpa alasan, menurutnya, yang bersangkutan (anaknya) dalam keadaan sehat, apalagi saat itu korban terlihat bermain bersama teman – temannya, sebelum kejadian, yakni Kamis (11/11/21). Bahkan keterangan tetangga si anak ini sehat, jelas Munawari.
“Si anak ini pintar berenang, dia pintar menyelam. Dikabarkan meninggal tenggelam di air, itu sangat tidak wajar. Saya meyakini, ada tindak penganiayaan yang mengakibatkan pembunuhan,” jelasnya, dalam video berdurasi 1 menit 32 detik itu.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres HSU, AKBP Afri Darmawan saat dikonfirmasi, Rabu (17/11/21) malam, mengatakan, jika jajarannya telah menerima laporan tersebut, dan telah ditindaklanjuti oleh Sat Reskrim dengan melakukan interview kembali terhadap beberapa saksi.
“Sudah ada sembilan saksi yang kami interview terhadap kematian korban. Beberapa lagi ada surat panggilan ke masyarakat yang melihat kejadian kasus tersebut,” jelasnya.





