Banjarbaru, kalselpos.com – Curah hujan yang tinggi akibat fenomena La Nina, membuat sebagian lahan pertanian di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terendam banjir. Namun, di musim hujan saat ini pertanaman padi oleh petani di Kalsel tidak terlalu banyak.
“Jumlahnya sekitar 30 – 40 ribu hektar. Petani sudah tau persis kapan menanam. Sosialisasi terus gencar kita lakukan. Yang banyak menanam nanti setelah bulan Pebruari atau setelah La Nina,” ujar Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalsel Syamsir Rahman kepada kalselpos.com, Selasa (16/11/2021).
Disampaikannya, terkhusus untuk kabupaten HST, curah hujan terbilang cukup tinggi dan diperlukan perhatian khusus dari pemda setempat. Syamsir pun mewanti-wanti jajaran pemda HST untuk segera mengantisipasi dengan menurunkan alat pertanian yang sudah disiapkan.





