“Saya akan menjajaki dulu. Tapi insyaallah akan terus kami lanjutkan proses kasus dugaan korupsi koni ini,” akunya.
Sementara, Kasi Intel Kejari Banjarbaru, Nala Arjunto menambahkan, mengapa kasus dugaan korupsi iPad DPRD Banjarbaru lebih terungkap dibanding kasus koni, hal itu karena kasus iPad lebih mudah pembuktiannya bagi penyidik.
Diterangkannya, sedangkan kasus koni terlambat karena penghitungan kerugian negara dari BPK RI.”BPK RI itu kan menangani kasus se Indonesia,” ujarnya.





