“Pada rentang waktu 2004-2019, secara keseluruhan Kabupaten Tanbu telah mengalami 59 kali kejadian dengan 6 jenis bencana,” ungkapnya.
Bencana yang pernah terjadi yaitu banjir, tanah longsor, gelombang pasang/abrasi, kekeringan, angin kencang serta kebakaran hutan dan lahan.
Dari jenis bencana tersebut, bencana banjir merupakan jenis bencana yang paling sering terjadi yaitu sebanyak 26 kali kejadian.
Proses penyusunan dilakukan secara bersama dan terbuka, pembagian dan tugas setiap pemangku kepentingan berdasarkan bidang tugas yang sesuai dengan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana.
“Rencana Kontijensi selalu dimutakhirkan atau dikaji ulang secara periodik berdasarkan perubahan komponen resiko, penambahan dan perubahan/pengurangan sumber daya dan perubahan ancaman bencana (BNPB 2021),” terangnya.
Hadir pada kegiatan ekspose tersebut Dandim 1022 Tanbu, Polres Tanbu, DanPos AL Tanbu, Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Tanbu yang membidangi urusan kebencanaan, beberapa Kepala Dinas, Camat, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalsel Sahruddin sebagai narasumber serta Konsultan CV. Madani Callysta Saibuyun Yogyakarta.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





