Barabai, kalselpos.com – Tingginya intensitas curah hujan di wilayah Hulu sungai Tengah dalam beberapa hari terakhir ini, membuat masyarakat setempat merasa khawatir akan terjadinya banjir.
Seperti yang terpantau di kota Barabai pada Minggu (7/11/2021) kemarin, hujan deras mengguyur sejak pukul 14.00 hingga pukul 20.00 wita dan belum sepenuhnya reda. Kondisi itu membuat warga Barabai cemas akan kejadian banjir besar yang pernah melanda pada awal tahun 2021 lalu.
Tingginya intensitas hujan di Wilayah Hulu Sungai Tengah (HST) dalam beberapa hari terakhir menimbulkan rasa trauma dan kecemasan yang masih menyisakan ingatan tentang musibah banjir yang terjadi pada 14 Januari 2021 lalu, yang terdampak hingga ke pelosok Desa, di pedalaman Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Pada saat itu hampir sepekan ibu kota Hulu Sungai Tengah, Barabai lumpuh total aktifitas warganya pun terganggu.
Halimah salah satu warga Barabai mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. Kecemasan pun masih menyelimuti ia dan keluarganya. Ia menceritakan kejadian yang tak mengenakkan itu, saat bertahan diloteng dirumahnya.
“Kami hanya membawa air minum dan bahan makanan seadanya,selama hampir sepekan berada di loteng, itulah yang membuat saya merasa sangat tidak nyaman, sedang listrik, air PAM dan sinyal internet juga mati total,” ucapnya menceritakan.
Halimah mengatakan saat ini air di sungai mulai dalam itu artinya terjadi hujan deras di wilayah atas atau digunung.
Kendati dirinya selalu bertawakal pada sang pencipta,namun ia tetap saja berupaya untuk mengantisipasi hal buruk yang bakal terjadi.
Halimah pun mulai menyimpan sebagian harta benda miliknya dibagian loteng rumahnya.
“Jika banjir terjadi kami tinggal membawa kebutuhan pokok saja ke loteng untuk bertahan,” sebutnya.





