Banjarmasin,kalselpos.com – Kabar kurang mengenakkan kembali datang dari Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Kabar itu disuarakan H Dony, salah satu tokoh masyarakat yang juga Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) setempat.
Kepada kalselpos.com, putra mantan Ketua DPRD Tala tahun 70-an, Mayor Affandie itu menyampaikan, manakala tahun 2014 – 2017, kabupaten yang kesohor seantero jagad sebagai penghasil jagung dan sapi itu, jadi pemegang saham paling besar di Bank Kalsel, sehingga Tala menjadi salah satu kabupaten ‘tajir’ di Provinsi Kalsel.
Namun seiring waktu berjalan, alih – alih nilai saham yang diparkir di bank milik Pemprov Kalsel itu bertambah, justru kini angkanya malah menurun tajam alias ‘terjun bebas’.
Dony tak asal ngomong. Dia mengaku bicara berdasarkan data dan fakta, sekaligus masih mengantongi bukti kliping koran yang memuat laporan keuangan Bank Kalsel di tahun 2014 dan kajian ekonomi BI 2016 – 2017.
“Dari laporan keuangan BPD Kalsel 2014 – 2015, saham Pemkab Tala di Bank Kalsel sangat besar, bahkan mengalahkan Kota Banjarmasin. Begitu juga menurut kajian ekonomi Bank Indonesia pada tahun 2016 – 2017, Kabupaten Tala PAD-nya masih tinggi,” ujarnya, Sabtu (6/11/2021) kemarin.
Karena itulah, Dony sebagai putra daerah asli Tala, merasa wajar menanyakan hal tersebut kepada jajaran Pemkab Tala, kenapa hal itu bisa terjadi.
“Kenapa tahun 2018 sampai kini perekonomian Tala ‘terjun bebas’, apakah karena kepiawaian kepala daerah yang tidak mampu menjalankan roda pemerintahan, sehingga investasi sangat minim di Tala. Apakah dinas terkait tidak mampu jemput bola untuk melobi investor,” tanya Dony.





