“Ini sempat diceritakan almarhum Jurkani kepada saya, sebelum dia menjalani operasi terkait sejumlah luka yang dideritanya,” ungkap Chanda, yang mengaku setia menemani Jurkani, setibanya yang bersangkutan di rumah sakit hingga ajal menjemput karib-nya itu.
Seperti diketahui, akibat terluka parah akibat diserang sejumlah orang tak dikenal tersebut, tangan korban hampir putus dan terpaksa harus menjalani operasi.
Korban sendiri selama satu pekan terakhir dirawat intensif, dan pada Jumat 29 Oktober 2021, sekitar pukul 16.00 Wita, mulai menjalani operasi.
Setelah menjalani operasi, korban Jurkani, menurut Chanda, sempat sadar, namun mendadak drop, tidak sadarkan diri lagi, hingga pada Rabu 3 November 2021, menghembuskan nafas terakhir di RS Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin.
Sebenarnya saat bisa tersadar, usai operasi sejumlah luka pada lengan, kaki dan lututnya, Chandra sempat melihat ada binar kehidupan pada Jurkani, sahabatnya tersebut.
Namun tak berapa lama sadar, Jurkani kembali mendadak tak sadarkan diri.





